BERITA TERKINI EKONOMI NATUNA

Harga Bawang dan Cabai di Natuna Bikin Sakit Hati

Pasar sayuran di Pasar Ranai

NATUNA (HK) – Harga sejumlah komuditas di Natuna belakangan ini mengalami kenaikan yang signifikan. Diantara komuditas yang mengalami kenaikan itu berupa bawang dan cabai serta bahan pangan lainnya.

Kenaikan harga yang signifikan ini dinyatakan menyentuh sisi psikologis warga karena kenaikannya dirasa tidak normal seperti pristiwa-pristiwa kenaikan harga sebelumnya.

Ketidaknormalan itu dirasa warga terletak pada faktor angka kenaikan dan aspek dadakan yang membuat warga terkejut

Adapun harga cabai di Ranai saat ini mencapai angka Rp.100 ribu lebih sesuai dengan kualitas cabai.

“Cabai per ons sekarang Rp.15 ribu, biasanya enam ribu sampai tujuh ribu per ons. Tapi kalau kita beli kiloan tergantung cabainya, kalau cabainya agak kurang bagus harganya Rp. 115 ribu tapi ada juga yang harganya Rp.150 ribu. Pokoknya tidak ada yang bawah seratus lah. Biasanya harganya sekilo 70 sampai 80 ribu,” kata Ida, seorang pemilik warung di Ranai, Kamis (3/9/2026).

4,36 Kilogram Sabu, 5,6 Kilogram Ganja dan 1.174 Butir Ekstasi Dimusnahkan Ditresnarkoba Polda Kepri

Begitu juga harga bawang, ia menyebutkan harga bawang juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

“Bawang biasanya harganya delapan belas ribu, sekarang naik jadi tiga puluh lima ribu. Naiknya tak tanggung-tanggung,” imbuhnya.

Selain angka kenaikannya yang tinggi, kenaikan harga komuditas tersebut juga terjadi dengan cara yang mendadak.

“Ya kejut lah kami, tiba-tiba naik, bang,. Udah begitu, Bawang naiknya sampai Rp.150 ribu. Sakit hatiku,” timpal Rani warga lainnya.

Namun begitu mereka mengaku yakin dan berharap secepatnya ada solusi dari pihak-pihak terkait yang menangani persoalan tersebut.

Proyek Peningkatan Fasilitas Kesehatan RSUD Raja Ahmad Tabib Telan Anggaran Rp19,98 Miliar

“Kami tak tahu apa sebabnya terjadi seperti ini. Tapi mudah-mudahan pemerintah kita dapat secepatnya membantu menormalkan keadaan ini. Kami tahu pemerintah tak tinggal diam dengan persoalan ini,” ujarnya. (fat).