BERITA TERKINI PENDIDIKAN

Delegasi UIN Bukittinggi Borong Empat Penghargaan Internasional di MIEMF 2025 Malaysia

Delegasi UIN Bukittinggi Borong Empat Penghargaan Internasional di MIEMF 2025 Malaysia

BUKITTINGGI (HK) – Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat internasional.

Dalam ajang Malaysia International Enrichment Matching Fund (MIEMF) 2025 yang digelar di Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia, delegasi mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi dan Komputer (PTIK) berhasil meraih empat penghargaan bergengsi dari berbagai kategori kompetisi.

Delegasi UIN Bukittinggi terdiri atas Ghazia Atiqah Izzati Masyerli, Sayyid Barqi Almukarrom, Dimas Putra Priyanto, dan M. Anis Muharram. Mereka didampingi oleh dosen pembimbing Dr. Supratman Zakir dan Gusnita Darmawati.

Dalam kompetisi yang diikuti peserta dari Malaysia dan India tersebut, tim mempresentasikan riset dan inovasi bertema kesadaran etika kecerdasan buatan (AI Ethics Awareness).

Prestasi membanggakan diraih melalui Juara I kategori “Guess The Prompt”, Juara III kategori “UNMUSKED”, serta Juara I Overall untuk “See What AI Sees”.

4,36 Kilogram Sabu, 5,6 Kilogram Ganja dan 1.174 Butir Ekstasi Dimusnahkan Ditresnarkoba Polda Kepri

Tak hanya itu, delegasi UIN Bukittinggi juga dinobatkan sebagai Juara I Best Booth, berkat penyajian ide yang dinilai kreatif, komunikatif, dan inovatif oleh dewan juri.

MIEMF 2025 merupakan forum internasional yang bertujuan mempertemukan mahasiswa lintas negara untuk berkolaborasi dalam bidang riset, inovasi, dan teknologi.

Bagi mahasiswa UIN Bukittinggi, ajang ini menjadi ruang strategis untuk menunjukkan kapasitas intelektual sekaligus memperluas jejaring akademik global.

Rektor UIN Bukittinggi, Prof. Dr. Silfia Hanani, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi ini merupakan bukti nyata keberhasilan pembinaan akademik dan semangat kolaboratif yang terus dikembangkan di lingkungan kampus.

“Mahasiswa kita membuktikan bahwa pendidikan Islam mampu berdialog dengan kemajuan teknologi modern tanpa kehilangan nilai-nilai etik dan kemanusiaan,” ujarnya.

Proyek Peningkatan Fasilitas Kesehatan RSUD Raja Ahmad Tabib Telan Anggaran Rp19,98 Miliar

Ia berharap capaian ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh civitas akademika untuk terus mengembangkan riset unggulan berorientasi global.

“UIN Bukittinggi ingin menjadi rumah bagi inovator muda yang berpikir universal dan berjiwa sosial,” tutupnya. (r/dam)

 

 

 

Harga Bawang dan Cabai di Natuna Bikin Sakit Hati