“Salah satu solusi itu door to door, tim vaksin harus kompak. Walaupun sakit-sakit, karena ini tanggungjawab, harus segera dikejarkan,” kata dia.
Namun Nizar mengakui, tahun 2022 tidak ada anggaran yang diposkan untuk penanganan Covid, dan kekurangan itu dapat diantisipasi dengan menggunakan Anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT), dengan menetapkan status bencana untuk sewaktu-waktu, kalau terjadi hal hal yang tidak diinginkan.
Kendati demikian, Nizar berharap hal tersebut dikomunikasikan dengan tim satgas provinsi, apakah dibenarkan atau tidak atau ada petunjuk lainnya dari sisi anggaran.
“Karena dalam penggunaan BTT tersebut harus benar-benar, khususnya pada hal yang signifikan,” ucapnya.
Baca juga: Angka Covid-19 Di Kepri Kembali Naik
Dia juga berharap koordinasi penanganan covid bersama instansi vertikal semakin terjalin untuk kedepannya, sehingga dapat mengatasi dan mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan
“Kita bersyukur berkat kerjasama semua pihak yang saling berjibaku, dan bahu membahu. Baik dari TNI-Polri, pemerintah daerah dan masyarakat yang terlibat aktif. Meskipun kasus Covid sampai hari ini masih landai di Kabupaten Lingga. Tentunya, kondisi yang telah nyaman ini, harus dijaga, agar aktivitas tetap berjalan normal, meski sedikit dengan aturan prokes,” ungkapnya.
Semoga, pungkasnya, langkah-langkah kita untuk mengantisipasi Covid ini dapat berjalan baik.
“Sehingga, akan baik pula untuk daerah kita,” jelas dia. (tbn)
