Elfiani: Jika Bumil Kekurangan Zat Besi, Maka Bayinya Akan Terdampak.
TANJUNGPINANG (HK) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang, terus berupaya untuk menekan angka stunting sesuai arahan dari pemerintah pusat.
Yakni dengan pemberian gizi teratur, dan pemberian tablet penanambah darah (TBD).
Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes), Pemko Tpi, Elfiani Sandri mengatakan, jika terhadap kebutuhan gizi ibu hamil dan balita itu cukup, serta ditambah tablet penambah darah, maka ia menjamin akan kesehatan ibu hamil dan balita.
Karena, imbuhnya, hal itu disebabkan oleh kekurangan darah dan zat besi, maka jelas akan berdampak pada anak yang juga akan kekurangan zat besi dan hingga menghambat pertumbuhan.
“Dalam hal mengkonsumsi gizi, salah satunya harus ditingkatkan pada remaja putri sedang haid. Sebab, ketika mereka haid maka berpotensi kekurangan darah. Sehingga, program yang sederhana itu adalah, pemberian tablet tambah darah kepada remaja yang sedang haid,” ujar Elfiani Sandri, Rabu (08/02).
Hal itu, jelasnya, juga harus menyasar ke ibu hamil (Bumil), karena beresiko kekurangan darah disaat melahirkan, terlebih sebelum melahirkan.
“Jika ibu hamil kekurangan zat besi. Maka anak yang dilahirkan juga akan kekurangan zat besi,” ujar Kadinkes Pemko Tpi.
Kerena itu, dr. Elfiani Sandri berharap, anak anak yang sudah dilahirkan tidak stunting, tentunya dengan program program yang dijalankan. Seperti pengontrolan gizi dan pemberian tablet penambah darah (TBD), dan selalu mengontrol perkembangan bayi.
“Kita harapkan anak yang lahir tidak stunting, dengan kondisi dan tinggi badan yang sudah sesuai. Namun , kita tidak berhenti disana saja. Kita akan tetap kawal tumbuh kembangnya sang bayi, dengan baik,” ujarnya.
Pihaknya akan terus mengawal dengan program Management Terpadu Balita Sakit (MTBS). Yang mana, bagi balitanya yang saat ini sedang sakit akan dipantau kesehatan melalui Posyandu dan pemberian imunisasi.
“Dan jika ada balita yang kekurangan gizi, maka pihak kami akan memberikan asupan makanan kepada balita yang berdampak,” sebut Kadiskes Tpi ini. (Cw07)
