BATAM KEPRI

Batam Punya Ekowisata Madu Klanceng

BATAM (HK) – Kota Batam memiliki ekowisata Madu Klanceng atau Trigona untuk menarik wisatawan domestik dan mancanegara. Ardiwinata, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, mengatakan pihaknya takjub karena Batam ternayata juga memiliki peternakan lebah.

Ketika ingin membangun sebuah destinasi wisata, lanjutnya, ada tiga hal yang perlu diperhatikan, antara lain aksesibilitas, amenitas dan atraksi.

“Aksesibilitas, bagaimana menuju ke sana melalui jalur laut, darat, dan udara. Akses jalan Batam dibangun oleh walikota terkait dengan pariwisata. Jalan kita lebar dan memanjang. Tidak ada kemacetan lalu lintas di pintu masuk kita.

Hari ini saya lihat ini ada potensi satu lagi atraksi alam, yakni panen madu lebah. Saya hadir disini untuk melihat potensi pariwisata di lokasi Tembesi Bengkel ini,” ujar Ardiwinata dalam keterangannya pada Senin 06 Maret 2023.

Ia menjelaskan bahwa lokasi ekowisata Madu Klanceng masih memiliki kendala akses, sehingga akses perlu dibuka agar wisatawan dapat tiba dengan terukur dan tepat waktu.

BP Batam Genjot Promosi ke Jepang, Batam Jadi Destinasi Investasi Andalan

Dengan ini, Ardi berharap kedepannya seperti penginapan juga dapat dikembangkan agar wisatawan dapat tinggal dan berinteraksi dengan masyarakat setempat.

Lebih lanjut, Ardi menjelaskan terkait aspek pendanaan, beberapa sumber yang bisa dimanfaatkan yaitu Kredit Usaha Rakyat (KUR), salah satu program pemerintah dalam meningkatkan akses pembiayaan kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan program dana bergulir pinjaman 100 juta dari Pemkot Batam dengan bunga yang kecil dan sumber-sumber pendanaan lainnya yang bunganya tidak memberatkan.

“Selamat kepada pak RT yang luar biasa, yang telah menternak lebah trigona atau klanceng ini. Dorong teman-teman lain untuk bergabung dalam usaha ini dan menghasilkan lebah-lebah madu yang lebih banyak lagi,” ujar Ardi.

Peternak lebah sekaligus sebagai Ketua RT 04 Tembesi Bengkel Kota Batam, Salimun itu mengatakan, tujuan panen madu ini untuk menunjukkan adanya peternakan lebah di Tembesi Bengkel.

“Kami memberanikan diri berternak Lebah Trigona sebagai destinasi wisata agro,” kata Salimun.

Gakkum Kehutanan Batam Kembalikan Kayu Tangkapan Tim Terpadu di Desa Sungai, Masyarakat Pertanyakan Keseriusan Penanganan Ilegal Logging di Lingga

Ia berharap pemerintah dan pihak lainnya lainnya dapat berkontribusi dan membantu agar ternak lebah ini dapat berkembang dan menghasilkan madu lebih banyak lagi sehingga dikenal hingga mancanegara. (ant)