MALANG (HK) – Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau (Kepri) terus memperkuat komitmennya dalam peningkatan mutu pendidikan melalui pengembangan jejaring akademik nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan kerja sama dengan enam perguruan tinggi keagamaan Islam di Indonesia yang dilaksanakan di Malang pada Kamis (30/4).
Adapun institusi yang terlibat dalam kerja sama ini meliputi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Universitas Islam Malang, IAI Al Qolam Malang, UIN Madura, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, serta UIN Ponorogo.
Kerja sama ini mencakup pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, ruang lingkup kolaborasi juga meliputi pengembangan kurikulum, pertukaran narasumber, pelaksanaan visiting lecture, kolaborasi penelitian, publikasi ilmiah bersama, hingga program pengabdian masyarakat secara kolaboratif lintas institusi.
Ketua Program Studi PIAUD STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, Nadya Nela Rosa, M.Psi., menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam memperluas jejaring akademik sekaligus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan.
“Kolaborasi ini tidak hanya memperkuat hubungan antar perguruan tinggi, tetapi juga membuka peluang yang luas bagi dosen dan mahasiswa untuk berkembang melalui berbagai kegiatan akademik bersama,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa implementasi kerja sama akan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan, dengan tetap mengedepankan prinsip sinergi dan kebermanfaatan bersama antar institusi.
Upaya Prodi PIAUD STAIN SAR Kepri dalam merespons tantangan pendidikan di era modern yang menuntut kolaborasi, inovasi, serta keterbukaan terhadap perkembangan keilmuan. Melalui kemitraan strategis dengan sejumlah perguruan tinggi tersebut, diharapkan kualitas lulusan semakin meningkat, wawasan akademik semakin luas, serta lahir berbagai inovasi dalam pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini di Indonesia.
Langkah ini sekaligus menegaskan posisi STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau sebagai institusi pendidikan tinggi keagamaan Islam yang adaptif, kolaboratif, dan berdaya saing dalam kancah pendidikan nasional. (r/eza)

