BATAM (HK) – Zaman Keemasan Islam terjadi sekitar abad ke-8 hingga ke-13, melihat umat Islam memimpin dunia dalam sains, budaya, dan seni. Karena ekspansi di bawah Abbasiyah, umat Islam adalah yang pertama memiliki akses ke penemuan alam lintas budaya.
Layaknya filsuf Barat yang terkenal seperti Aristoteles dan Plato. Peran mereka sama pentingnya sehingga mampu melengkapi pemikiran tentang Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi (IPTEK) di dunia, namun filsuf Islam seringkali jarang diketahui oleh publik.
Berikut adalah tujuh filsuf Islam yang terkenal dan paling berpengaruh dalam perkembangan pengetahuan dan teknologi di dunia:
- Al-Kindi
Al-Kindi memiliki nama lengkap Abu Yusuf Ya’qub ibn Ishaq Al-Kindi. Al-Kindi dikenal sebagai filosof pertama dikalangan Islam dan penggerak filsafat Arab, oleh karena itu ia sering disebut sebagai bapak filsafat Arab. Ia juga dianggap sebagai salah satu filsuf Arab yang paling berpengaruh karena banyaknya karya yang dihasilkannya.
Al-Kindi yang fasih berbahasa Yunani banyak menerjemahkan karya filsuf Yunani ke dalam bahasa Arab semasa hidupnya. Selain menulis tentang filsafat, Al-Kindi juga ahli dalam bidang metafisika, etika, logika dan psikologi, kedokteran, farmakologi, matematika, dan astrologi.
- Al-Farabi
Nama lengkapnya ialah Abu Nasr Muhammad bin Muhammad bin Tharkhan, lahir di wasij, distrik Farab, Turkestan dari seorang Ayah Persia dan Ibu Turki. Karena itu, berbeda dengan Al-Kindi, Al-Farabi bukan keturunan Arab, melainkan keturunan Persia-Turki. Beliau di kenal juga dengan nama Abu Nasher, atau Avempes dalam literatur Barat.
Tulisan-tulisan Al Farabi membahas sains, kosmologi, matematika dan teori musik, dan filsafat. Bidang penyelidikan multidisiplin adalah umum di antara para filsuf yang percaya bahwa perolehan semua jenis pengetahuan adalah bagian penting dari upaya mereka untuk memahami sifat alam semesta.
Al-Farabi mempertimbangkan konsep Aristoteles tentang ‘Sebab Pertama’, yang menggambarkan pemrakarsa alam semesta yang sangat indah dan tak terpisahkan dan menemukan dasar logis untuk Tauhid (prinsip keesaan Tuhan dalam Islam).
- Al-Ghazali
Al-Ghazali mempunyai nama lengkap Abu Hamid Muhammad Ibnu Muhammad ibnu Muhammad Al-Ghazali al-Thusi yang bergelar hujjatul Islam. Di dilahirkan di Thusi (sekarang dekat Meshed) salah satu daerah Khurasan (sekarang masuk wilayah Iran).
Imam sufi dan ahli hukum Al-Ghazali lebih suka menganggap dirinya lebih sebagai seorang teolog dan mistik daripada seorang filsuf.
Al-Ghazali, sering disebut Algazel di Barat, adalah seorang filosof dan teolog Persia yang sangat aktif menulis. Karya-karyanya banyak berbicara tentang aqidah, fikih, filsafat dan tasawuf. Beberapa karya Al-Ghazali adalah Arba’in Fi Ushuliddin dan Al Iqtishad Fil I’tiqad.
- Al-Khawarizmi
Nama lengkap Al-Khawarizmi adalah Abu Abdullah Muhammad Ibn Musa Al-Khawarizmi. Ia lahir di sebuah kota kecil bernama Khawarizm, yang sekarang dikenal sebagai Khiva, Uzbekistan. Para sarjana Barat dan Eropa, sebaliknya, lebih mengenal Al-Khawarizm sebagai Algoritma, Algorismus atau Algoritma.
Keterbukaannya untuk menimba ilmu dari mana saja membuat Khawarizmi menghasilkan banyak karya.Nah, karya terbesarnya adalah Aljabar. Bukunya yang berjudul Al-kitab al-mukhtasar fi hisab al-jabr wa’l-muqabala (The Compendious Book on Calculation by Completion and Balancing), menjadi pondasi penting dalam aljabar di era modern. Aljabar, juga menjadi materi yang banyak dipelajari di dunia sampai saat ini.
Dia mengembangkan tabel trigonometri terperinci yang mencakup fungsi sinus, cosinus, tangen, kotangen, dan konsep diferensiasi. Karena penemuannya itu, Al-Khawarizmi disebut sebagai “Bapak Aljabar”. Bahkan para pemikir Barat pun mengakui hal ini.
- Ibsu Sina
Ibnu Sina atau lebih dikenal dunia barat sebagai Avicenna, nama lengkapnya adalah Abu Ali al-Huseyn bin Abdullah bin Hasan Ali bin Sina. Julukannya adalah Al-Ra (Puncak Gunung Pengetahuan).
Menurut Ibnu Khallikan, Al-Qift dan Bayhaq, Ibnu Sina lahir di desa Afsanah, Bukhara, Uzbekistan. Ayahnya Abdullah dan ibunya Sitarah adalah keturunan Persia, sehingga ketika Ibnu Sina masih remaja, ia sering menulis puisi dan esai dalam bahasa Persia.
Meskipun Ibnu Sina sering dipuji sebagai bapak kedokteran modern awal, dia juga menerbitkan beberapa karya filosofis yang sangat berpengaruh.
Ibnu Sina adalah seorang filosof Persia yang juga dikenal sebagai ahli kedokteran. Salah satu karya Ibnu Sina yang paling terkenal adalah Kitab al-Shifa (Kitab Penyembuhan) yang berisi perpaduan filsafat dan sains di bidang medis.
Komentarnya tentang Aristoteles sangat kritis, salah satu contohnya melihat dia mengutuk penalaran induktif sebagai alat untuk menetapkan fakta. Daripada hanya mengandalkan pengalaman untuk menyimpulkan kebenaran, Ibnu Sina menganjurkan metode penyelidikan dan eksperimen. Maka lahirlah bentuk awal dari metode ilmiah. Ibnu Sina pun mengikuti jejak Al-Farabi mengomentari persoalan eksistensi Tuhan.
Dia membedakan antara keberadaan dan esensi untuk mengembangkan pemahaman tentang jiwa. Ibnu Sina berargumen dengan “bukti kebenaran” bahwa keberadaan Tuhan itu perlu karena pasti ada sebab yang memberikan suatu entitas keberadaannya.
Sejarawan filosofis Peter Adamson menggambarkannya sebagai salah satu argumen abad pertengahan terpenting tentang keberadaan Tuhan.
- Ibnu Khaldun
Ibnu Khaldun memiliki Nama lengkap Abu Zayd Abdurrahman Ibnu Khaldun, kemudian mendapat gelar Waliyyuddin, ia lahir di Tunisia, Ibn Khaldun merupakan tokoh muslim terkemuka pada zamannya.
Ibnu Khaldun adalah seorang tokoh Islam terkemuka pada masanya. Ibnu Khaldun dikenal sebagai ulama yang memperlakukan sejarah sebagai ilmu dan membuktikan fakta-fakta yang terjadi. Khaldun juga dikenal sebagai ulama semua ilmu (sejarah, sosiologi, politik, ekonomi, hukum dan agama).
Seorang sarjana Islam yang dihormati, ilmuwan sosial dan sejarawan, Ibnu Khaldun dikreditkan sebagai pelopor filsafat sejarah. Dengan mendekati sejarah secara empiris dan memperlakukan sumber secara kritis, Ibnu Khaldun mengembangkan metode historiografi yang menyangkal mitos dan kepalsuan.
Karyanya yang paling terkenal, ‘Muqaddimah,’ mengidentifikasi isu-isu kritis yang dibuat oleh sesama sejarawan dan mengusulkan metode ilmiah ke lapangan yang dipraktikkan dalam berbagai bentuk hingga hari ini.
- Ibnu Rusyd
Ibnu Rusyd atau bernama lengkap Abu al-Walid Muhammad bin Ahmad bin Muhammad bin Rusyd adalah keturunan Arab, lahir di Andalusia. Ibnu Rusyd lahir di kota Kordoba di Andalusia (Spanyol).
Dia adalah seorang ahli dalam hukum Islam, filsafat, kedokteran, Kalam, bahasa, fisika dan astronomi. Menurut Ibrahim Madkur, Ibnu Rusyd adalah filosof Islam besar terakhir dalam dunia filsafat Islam.
Ia dibesarkan dalam keluarga ahli fiqh, ayahnya Ahmad atau Abu Al Qasim adalah seorang hakim di Cordoba dan kakeknya sangat terkenal sebagai ahli fiqh.
