TANJUNGPINANG (HK) – Warga Kompleks Perumahan Permata Kharisma, RW 06 RT 03 dan RW 04, Kelurahan Melayu Kota Piring, Kecamatan Tanjungpinang Timur, menyampaikan kritik kepada Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang.
Hal tersebut terkait penyempitan drainase besar (parit besar) dan pengendapan lumpur sepanjang kurang lebih 50 meter di depan Perumahan Ceruk Permata Residen Jalan Raja Haji Fisabilillah Kilometer 8 atas, Tanjungpinang.
Kondisi tersebut diduga menjadi penyebab utama terjadinya banjir dan air menggenangi masuk ke rumah warga pada saat kondisi hujan yang hanya sebentar kurang dari 1 jam pada Minggu siang (28/12/2025).
Banjir tersebut terjadi meskipun hujan tidak berlangsung lama. Air dengan cepat meluap dari saluran drainase dan masuk ke pemukiman warga Perum Griya Permata Kharisma di RT 4 dan RT 3, RW 6 Kelurahan Melayu Kota Piring, Kecamatan Tanjungpinang Timur.
Warga menilai kondisi drainase yang sempit dan dangkal saat ini sudah tidak lagi berfungsi optimal dalam menampung debit air hujan.
Salah seorang warga Perumahan Griya Permata Kharisma yang juga dikenal sebagai tokoh masyarakat kota Tanjungpinang, Jusri Sabri pada saat hujan tersebut rumahnya juga tergenang banjir.
“Kita minta Pemko Tanjungpinang segera mengambil langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang, terutama saat curah hujan tinggi yang bertepatan dengan pasang air laut,”ujar Jusri Sabri pada awak media saat jumpa Pers diwarung kopi bundaran Km-8 Tanjungpinang, Senin (29/12/2025)
Menurutnya, persoalan ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut keselamatan dan kenyamanan warga.
“Hujan turun belum sampai satu jam saja, rumah warga sudah digenangi air setinggi sekitar 30 sentimeter. Apalagi kalau hujan lebih dari satu jam apalagi bersamaan dengan air laut sedang pasang,”terang Jusri,
Jusri yang juga dikenal sebagai Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Tuntas Korupsi (LSM-Getuk) Provinsi Kepulauan Riau, menyoroti kondisi drainase yang dinilai semakin menyempit dan mengalami pendangkalan akibat endapan lumpur.
“Akibatnya, saluran air tidak mampu menampung debit air hujan dan meluap ke kawasan perumahan,”ungkapnya penuh keprihatinan.
Hingga kini, warga mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab penyempitan drainase tersebut.
“Atas nama warga, kami berharap Pemko Tanjungpinang bertanggung jawab dan tunjukkan kepedulian terhadap kondisi warganya saat ini. Drainase harus segera dibenahi agar tidak terus menjadi sumber bencana bagi masyarakat,” tegasnya.
Warga berharap Pemko Tanjungpinang melalui instansi terkait dapat segera melakukan normalisasi drainase, pengerukan lumpur, serta evaluasi terhadap penyebab penyempitan parit.
Langkah cepat dan konkrit dinilai sangat diperlukan agar banjir tidak kembali terulang dan kualitas dan kenyamanan hidup masyarakat di kawasan tersebut dapat terjaga dengan baik.
Lebih lanjut, Jusri menyebutkan, bahwa kondisi banjir di perumahan tersebut telah di koordinasikan dan mendapatkan tanggapan serius dari Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah.
“Ternyata prediksi Pak Lis setahun lalu bena adanya, bahwa kondisi genangan air dan banjir di kawasan perumahan tersebut disebabkan banyaknya bangunan Ruko, kemudian drainasenya di perkecil,”imbuhnya.(nel)

