BATAM (HK) – Sebuah video anggota DPRD Kota Batam Udin P Silaloho berdebat dan marah-marah dengan sejumlah warga viral di media sosial, video tersebut berdurasi 02.39 menit.
Dalam Video tersebut terlihat perdebatan antara anggota DPRD Kota Batam Udin P Silaloho bersama beberapa orang, tidak jauh dari taman fasum warga di RT 001, RW 006, kelurahan Tanjungbuntung, Kota Batam, Kepri.
Video tersebut viral di media sosial, seperti facebook dan group WhatsApp, bahkan menjadi perbincangan semua kalangan, baik yang ada di Kota Batam, hingga lura Batam.
Terkait video itu, anggota DPRD Kota Batam Udin P. Sihaloho mengatakan, peristiwa itu terjadi beberapa waktu lalu, yakni pada Minggu 30 April.
Peristiwa itu berawal saat dirinya melewati taman itu, setelah jogging sekitar pukul 08.30 pagi. Saat itu, ia melihat taman dalam keadaan kotor dengan sejumlah puntung rokok, beberapa botol minuman keras, dan seorang pria sedang tidur di taman tersebut.
“Saya kemudian membangunkan laki-laki tersebut, dan membuang beberapa gelas kotor yang ada di taman itu ke tong sampah yang tidak jauh dari taman itu,” kata Udin, Senin (8/5/2023) malam.
Hal itu di lakukan karena fasum umum itu selama ini dikelola oleh dirinya, menggunakan uang pribadi. “Ini adalah taman umum, namun saya yang kelola seperti kebersihan dan lainnya, dengan tujuan masyarakat bisa menggunakan taman itu dengan senang tanpa ada kotoran apapun,” jelasnya.
Namun, tindakan itu tidak diterima begitu saja oleh seorang ibu yang merupakan pemilik warung disekitar taman.
“Ibu itu tidak terima karena saya buang gelasnya ke tong sampah. Maksud saya, itu merupakan tindakan untuk menegur pemilik warung dan pemuda yang suka nongkrong dan mabuk-mabukan di taman tersebut,” katanya.
Apalagi, sebelumnya kata Udin, ia pernah mengingatkan agar tetap menjaga kebersihan di taman tersebut. Karena ada beberapa sampah di yang sulit dibersihkan. Dia tidak mau, hal-hal seperti kejahatan terjadi di taman tersebut.
Niat baik tersebut membuat pemilik warung dan beberapa pria termasuk suaminya marah-marah dan mengeluarkan kata-kata kotor kepada dirinya.
“Mereka kemudian mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas kepada saya, dan divideokan oleh suami dari pemilik warung tersebut,” ungkapnya.
Dirinya mengaku tidak pernah melarang warga berjualan namun, tetap menjaga kebersihan lingkungan. Karena setiap hari dirinya menyuruh orang untuk membersihkan taman tersebut dengan tujuan nyaman bagi masyarakat saat bersantai. (dbs)
