PENDIDIKAN

UIN Bukittinggi Siapkan Lebih dari 15 Skema Beasiswa, Pastikan Mahasiswa Bisa Kuliah hingga Lulus

BUKITTINGGI (HK) – Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi menyediakan lebih dari 15 skema beasiswa untuk memperluas akses pendidikan tinggi, meningkatkan prestasi mahasiswa, serta mencegah mahasiswa putus kuliah akibat keterbatasan ekonomi.

Rektor UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Prof. Dr. Silfia Hanani, M.Si., mengatakan beasiswa menjadi salah satu fasilitas prioritas kampus dalam mendukung keberlanjutan pendidikan dan peningkatan kualitas mahasiswa.

Menurutnya, beasiswa tidak sekadar memberikan bantuan biaya perkuliahan, tetapi juga membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi, meraih prestasi, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.

“Beasiswa bukan hanya bantuan biaya perkuliahan, tetapi merupakan instrumen penting untuk meningkatkan kualitas mahasiswa secara utuh. Kami ingin memastikan keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan hingga selesai, mengembangkan potensi, dan meraih prestasi,” kata Silfia Hanani, Rabu (21/10/2026).

Silfia menilai, persoalan ekonomi masih menjadi salah satu tantangan bagi generasi muda dalam mengakses pendidikan tinggi. Bahkan, sebagian mahasiswa berisiko tidak dapat melanjutkan kuliah bukan karena kurang kemampuan atau motivasi belajar, melainkan akibat keterbatasan finansial.

Karena itu, UIN Bukittinggi berupaya menghadirkan beragam pilihan beasiswa agar mahasiswa dapat menjalani perkuliahan dengan lebih tenang, menjaga prestasi akademik, dan menyelesaikan pendidikan sesuai target.

Berdasarkan data Admisi Tahun Akademik 2026/2027, UIN Bukittinggi menyediakan lebih dari 15 skema beasiswa. Program tersebut antara lain KIP Kuliah, Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB), LPDP, BAZNAS Cendekia, BAZNAS Provinsi, Bank Indonesia dan Generasi Baru Indonesia (GenBI), BSI Scholarship, Bank Nagari, BTN Syariah, Bamuis BNI, UPZ, Beasiswa Rajawali, serta beasiswa pemerintah daerah, termasuk Bengkalis dan Dumai, hingga KJMU DKI Jakarta.

Selain itu, kampus memberikan perhatian kepada mahasiswa yang keluarganya terdampak bencana ekologis di Sumatera Barat sejak 2025. Melalui kerja sama dengan lembaga lain, dukungan pendidikan juga tersedia, di antaranya melalui Beasiswa Baitulmaal Muamalat.

“Berbagai skema tersebut menjadi bagian dari upaya kampus menjaga agar kesulitan ekonomi tidak menghilangkan kesempatan mahasiswa untuk memperoleh pendidikan tinggi. Beasiswa juga diharapkan menjadi jaring pengaman sosial bagi mahasiswa yang membutuhkan dukungan untuk mempertahankan keberlanjutan studi,” ujar Silfia.

Silfia menjelaskan, manfaat beasiswa tidak hanya dirasakan dari sisi pembiayaan. Program tersebut juga dirancang untuk mendorong peningkatan prestasi akademik, pengembangan keterampilan, pembentukan karakter, serta penguatan kepedulian sosial mahasiswa.

“Melalui berbagai skema beasiswa, kami berupaya memberikan kesempatan yang lebih luas kepada mahasiswa agar dapat fokus belajar, meningkatkan prestasi akademik, serta mengembangkan kemampuan diri,” katanya.

Dalam pelaksanaannya lanjutnya, sejumlah program beasiswa juga mendorong penerima untuk aktif dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat. Penerima BAZNAS Cendekia, misalnya, diarahkan berpartisipasi dalam dakwah sosial, sedekah, dan pemberdayaan mustahik.

Sementara itu, mahasiswa penerima beasiswa Bank Indonesia yang tergabung dalam GenBI didorong melakukan pengabdian kepada masyarakat di tingkat nagari, memberikan edukasi tentang cinta rupiah, serta meningkatkan pemahaman mengenai ekonomi dan keuangan syariah.

Penerima beasiswa juga memperoleh kesempatan mengembangkan kemampuan berbicara di depan publik, menulis karya ilmiah, dan berwirausaha. Mereka didorong mengikuti berbagai kegiatan GenBI serta membangun kolaborasi lintas perguruan tinggi di Indonesia melalui pembinaan Bank Indonesia.

Adapun penerima Beasiswa Baitulmaal Muamalat 2026 diwajibkan membuat konten video promosi UIN Bukittinggi. Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan komunikasi, dan tanggung jawab mahasiswa dalam memperkenalkan kampus kepada masyarakat.

Di sisi akademik, pengelolaan beasiswa juga menerapkan persyaratan tertentu sesuai ketentuan masing-masing penyelenggara. Sejumlah program, seperti GenBI, BAZNAS Cendekia, dan Baitulmaal Muamalat, menetapkan persyaratan IPK untuk mendorong mahasiswa menjaga prestasi selama menjalani perkuliahan.

“Beasiswa Bantuan Penelitian Bank Indonesia bagi mahasiswa jenjang sarjana juga diarahkan untuk mendukung penyusunan skripsi berkualitas, khususnya yang mengangkat topik kebanksentralan dan ekonomi syariah. Sementara itu, Beasiswa Tahfiz dan Keahlian Khusus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi di bidang nonakademik,” tuturnya.

Menurut Silfia, pengembangan mahasiswa melalui program beasiswa merupakan bagian dari upaya membangun kualitas sumber daya manusia yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter dan kepedulian terhadap masyarakat.

“Beasiswa tidak boleh berhenti pada bantuan finansial. Mahasiswa penerima beasiswa juga diharapkan mampu menunjukkan prestasi, membangun karakter, aktif dalam pengabdian kepada masyarakat, dan mempersiapkan diri agar memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Kebijakan tersebut lanjutnya, sejalan dengan upaya Kementerian Agama dalam memperkuat akses pendidikan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. UIN Bukittinggi menjadikan dukungan beasiswa sebagai salah satu langkah untuk memperluas kesempatan belajar sekaligus menjaga kualitas pendidikan tinggi.

Melalui beragam skema yang tersedia, UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi berharap mahasiswa dapat menyelesaikan pendidikan tepat waktu, meningkatkan prestasi akademik dan nonakademik, serta berkontribusi bagi masyarakat.

Pada akhirnya, penerima beasiswa diharapkan tidak hanya menjadi mahasiswa yang memperoleh bantuan pembiayaan, tetapi juga menjadi generasi yang unggul, berkarakter, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

“Penguatan beasiswa pun menjadi bagian dari komitmen kampus dalam menjaga mutu pendidikan dan mendukung pencapaian akreditasi unggul secara berkelanjutan,” imbuhnya. (r/dam)