JAKARTA (HK) – Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menilai strategi politik calon presiden Ganjar Pranowo, yang mendekati keluarga Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Sinta Nuriyah dan Yenny Wahid, merupakan langkah politik yang canggih.
“Kehadiran Mas Ganjar ke Ibu Sinta yang ditemani Mbak Yenny Wahid itu satu strategi politik yang canggih, mendekati basis massa NU, yang terbesar di Indonesia, bahkan di dunia. Hampir 50% orang Indonesia dekat dengan NU. Di saat yang sama, Ibu Sinta dan Mbak Yenny adalah salah satu reprentasi simbolik yang sangat krusial bagi warga NU,” kata Burhanuddin Muhtadi, Senin (14/8/2023).
Menurut Burhan, Ganjar meskipun hanya didukung dua partai parlemen yakni PDIP dan PPP, namun kalau mampu mendapatkan basis massa dukungan NU yang beririsan dengan partai lain, itu sangat menetukan dalam meraih kemenangan di Pilpres 2024 mendatang.
“Bukan hanya representasi partai politik yang didekati Mas Ganjar atau PDIP, tapi reprsentasi organisasi krusial yang mungkin tidak merupakan representasi politk formal tapi representasi umat Islam yang besar,” ujarnya.
Burhan berbicara, dalam konteks pemilihan presiden, pengaruh aspek figur lebih dominan ketimbang pengaruh aspek kendaraan politik atau banyaknya dukungan partai politik terhadap calon tertentu.
“Dalam konteks Pilpres, sering kali pilihan elite tidak serta merta diikuti basis massanya,” katanya.
Dengan demikian, lanjut Burhan, meskipun saat ini Prabowo Subianto sudah mengantongi dukungan lima partai politik, empat di antaranya partai parlemen, hal itu tidak serta merta membuat Prabowo menang mudah.
Pasalnya, basis massa Golkar, PAN, PKB, bahkan Gerindra tidak serta merta memilih elite partai atau capres cawapres yang disepakati elite partai mereka.
“Begitu juga berlaku buat Mas Ganjar maupun Mas Anies. Jadi kemampuan untuk mengonsolidasikan massa sekaligus mencuri basis dukungan dari partai lain yang mengusung capres yang lain itu yang akan menjadi kartu AS dalam memenangkan Pilpres 2024,” pungkasnya.
Sumber: Media Indonesia
