BATAM (HK) – Hujan deras siang hari di Kota Batam menyebabkan tanah longsor di kawasan Tanjung Buntung Baru RT 7 RW 2 Bengkong. Namun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, kedua rumah yang terletak persis di bawah tebing itu nyaris ambles.
Meski rumah yang berada di atas tebing nyaris ambles. Ketua RT 7 Tanjung Buntung Anton mengatakan, longsor terjadi pada Selasa, 28 Februari 2023. Awalnya, dia dan warga sekitar mengetahui ada retakan kecil sebelum terjadi longsor.
“Kejadiannya Selasa waktu hujan deras itu, tiba-tiba langsung ambles ke bawah,” kata dia Kamis 2 Maret 2023.
Ia mengatakan, agar tak terjadi hal-hal yang diinginkan pihaknya langsung menutup akses jalan di lokasi itu. Warga juga melakukan antisipasi awal secara swadaya dengan menutup lokasi longsor dengan terpal.
“Untuk sementara kami tutup dulu. Karena kalau motor lewat bergetar tanahnya bahaya,” kata dia.
Tebing yang memiliki tinggi 15 meter ini diakuinya, memang belum dibangun batu bronjong atau batu miring karena belum ada dampak sosial yang dirasakan.
“Kami minta segera ditindaklanjuti lah, segera di bangun batu bronjong karena di atas ada tiga rumah yang terdampak dan di bawah tebing ada dua rumah yang terdampak,” kata dia.
Menurutnya, longsor ini bukan yang pertama kali terjadi. Pada tahun 2018, longsor juga terjadi di kawasan yang sama. Pihaknya pun melaporkan kejadian tersebut ke dinas setempat untuk segera ditindaklanjuti. “Tapi ini yang terburuk,” katanya.
Pemilk rumah yang tak jauh dari lokasi, Juliadi mengaku tak bisa tidur akibat kejadian ini. Rumah Juliadi persis di depan longsornya bukit itu.
Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, sebagian perabot dievakuasi terlebih dahulu dari rumahnya. “Iya, sayangnya rumah saya persis di depannya. Kalau dilihat rumah itu mau roboh pondasinya,” ujarnya. Ia berharap pemerintah setempat mengambil langkah cepat atas apa yang menimpanya. “Kalau bisa segera karena hujan terus turun. Kami takut rumah ikut kena longsor”, tuturnya (gk)
