Barang Dagangan Berpotensi Cepat Rusak, Layu dan Busuk.
TANJUNGPINANG (HK) – Pemerintah Kota (Pemkot) Tanjungpinang, berencana akan merubah konsep Pasar Puan Ramah menjadi pasar sore. Hal ini sebagaimana yang diungkapkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tanjungpinang, Zulhidayat, Rabu (15/2) lalu.
Zulhidayat menjelaskan, hal itu dilakukan guna meningkatkan pembeli di pasar Puan Ramah tersebut, lantaran banyak dari pegawai pemerintah yang baru pulang bekerja pada jam sore.
Mendengar gagasan tersebut, beberapa pedagang di pasar Puan Ramah menyatakan tak setuju, dengan rencana pemerintah kota Tanjungpinang tersebut. Hal itu disebabkan beberapa faktor seperti, kesegaran produk dan resiko lainnya.
Siti, salah seorang pedagang sayuran di pasar Puan Ramah mengatakan, tidak setuju dengan dirubahnya pasar Puan Ramah menjadi pasar sore, karena sayuran yang dijual akan layu dan tidak segar. Sehingga sudah tidak laku lagi.
“Kalau dijadikan pasar sore, saya tidak setuju. Sebab, kita disini jualan sayuran, kalau menunggu sore sayuran sudah layu duluan, sudah tidak segar lagi,” ujar Siti (16/2).
Sementara Kateno, salah seorang pedagang ayam potong mengatakan, belum mengetahui bahwa pasar Puan Ramah ini akan dijadikan pasar sore, dan menjelaskan dagangan ayam potongnya ini tidak bisa bertahan lama, dan akan berisiko membuat ayam menjadi busuk.
“Kalau itu saya belum tahu. Cuma kalau mau dijadikan pasar sore, sepertinya saya tidak setuju. Karenakan, saya jual ayam potong, serta tidak bisa lama lama ayam ini di sini. Sebab, nanti cepat busuk,” ujar Kateno.
Sebelumnya pedagang pasar Puan Ramah mengeluhkan minimnya pembeli di pasar tersebut, dan membuat pedagang terus merugi. Dengan berubahnya konsep Pasar Puan Ramah menjadi Pasar Sore, maka pemerintah kota (Pemko) Tpi berharap masyarakat yang baru selesai beraktivitas dapat berbelanja di pasar Puan Ramah. Selain itu juga konsep pasar sore belum ada di kota Tanjungpinang. (cw07)
