BATAM (HK) – Dewan Pertahanan Nasional (DPN) melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) guna mengumpulkan data serta memastikan kesiapan daerah dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional di atas 8 persen. Kunjungan tersebut mencakup wilayah Pulau Bintan dan Pulau Batam.
DPN merupakan lembaga strategis negara yang berada langsung di bawah Presiden Republik Indonesia. Secara struktural, Presiden RI Jenderal (Purn) Prabowo Subianto menjabat sebagai Ketua DPN, sementara Menteri Pertahanan RI Jenderal (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin sebagai Ketua Harian.
Kunjungan kerja dipimpin Deputi Bidang Geostrategi DPN Mayjen TNI Ari Yulianto, S.I.P., M.H.I., bersama Deputi Bidang Geoekonomi DPN Dr. Yayat Ruyat, M.Eng., beserta jajaran. Di Batam, agenda difokuskan pada audiensi dan peninjauan langsung ke sejumlah titik pertumbuhan strategis, termasuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Sauh.
Menurut DPN, KEK Tanjung Sauh dinilai memiliki potensi besar dalam mendorong penguatan industri nasional dan peningkatan nilai tambah sumber daya.
Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kesiapan infrastruktur, iklim investasi, serta dukungan kebijakan yang diperlukan guna mempercepat pertumbuhan ekonomi Batam dan Kepri.
DPN menilai Batam dan Kepulauan Riau memiliki posisi strategis sebagai katalis pertumbuhan ekonomi nasional. Kawasan ini tidak hanya berperan sebagai pusat manufaktur, tetapi juga berkembang menjadi hub teknologi tinggi dan tujuan investasi global.
Status kawasan ekonomi khusus dengan kepastian hukum serta insentif fiskal dinilai efektif menarik arus investasi asing langsung (FDI) dalam skala besar.
Optimalisasi peran KEK, Kawasan Industri (KI), dan Free Trade Zone (FTZ) di Kepri diharapkan mampu menciptakan mesin pertumbuhan ekonomi yang komprehensif. Sinergi antara arus modal asing dan inovasi teknologi diyakini dapat mengakselerasi produktivitas nasional di atas rata-rata.
Sebagai lembaga strategis negara, DPN memiliki fungsi memastikan pembangunan nasional di kawasan strategis berjalan selaras, aman, dan berkelanjutan.
Untuk itu, DPN secara berkelanjutan memantau perkembangan KEK, KI, Proyek Strategis Nasional (PSN), serta industri strategis lainnya, termasuk di Batam dan Bintan, guna memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
DPN juga mengidentifikasi potensi hambatan dari aspek geostrategi, geopolitik, dan geoekonomi, mulai dari kesiapan infrastruktur, kebijakan lintas sektor, hingga tata kelola kawasan yang dapat memengaruhi pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional.
Peninjauan tersebut menegaskan pentingnya pendekatan terpadu antara pertahanan, stabilitas kawasan, dan kebijakan ekonomi. Fokus diarahkan pada kesiapan regulasi, perizinan, serta koordinasi antarinstansi untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif dan meningkatkan daya saing Indonesia di tengah persaingan global.
Selain meninjau KEK Tanjung Sauh, DPN juga berencana melakukan audiensi dengan BP Batam guna membahas perkembangan KEK dan Kawasan Industri di Batam.
Pembahasan mencakup penguatan kontribusi Batam terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, perlindungan aset industri strategis di wilayah perbatasan, serta pengamanan aktivitas ekonomi di kawasan strategis.
Akselerasi Pertumbuhan Melalui KEK Tanjung Sauh
KEK Tanjung Sauh yang dikembangkan PT Batamraya Sukses Perkasa (PT BSP)–Panbil Group menjadi salah satu kawasan pertumbuhan prioritas.
Kawasan ini difokuskan pada pengembangan pelabuhan hub logistik internasional, industri energi, serta manufaktur modern, yang diproyeksikan mampu menyerap investasi berskala besar dan meningkatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kepulauan Riau.
Keunggulan strategis KEK Tanjung Sauh didukung konektivitas global melalui akses langsung ke Selat Phillips sebagai salah satu jalur pelayaran tersibuk dunia, kedekatan dengan pusat keuangan Singapura dan kawasan industri Johor Bahru (SIJORI), serta insentif fiskal dan kemudahan kepabeanan yang kompetitif.
Dengan sinergi kebijakan pusat dan daerah serta dukungan penuh dari Dewan Pertahanan Nasional, KEK Tanjung Sauh optimistis mampu menarik investasi berkualitas dan menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi Batam dan nasional secara berkelanjutan. (dam)

