TANJUNGPINANG (HK) — Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia kembali menyelenggarakan National Conference on Research and Proceedings 2025 dengan tema “Accelerating SDGs Implementation in Indonesia towards a Golden Indonesia 2045.” Kegiatan nasional ini digelar secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh para dosen, akademisi, mahasiswa, peneliti, serta masyarakat umum dari seluruh Indonesia, Sabtu (15/11).
Konferensi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai perkembangan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus menjadi wadah diseminasi karya ilmiah dari berbagai bidang ilmu.
Forum ini berhasil menarik ratusan peserta dan menjadi ruang strategis untuk memperkuat kontribusi akademik dalam mendukung percepatan implementasi SDGs di Indonesia.
Pada kegiatan tersebut, STIE Pembangunan Tanjungpinang turut berpartisipasi sebagai salah satu narasumber. Kampus diwakili oleh Assoc. Prof. Dr. Satriadi, S.AP, M.Sc., selaku Direktur P4S dan Bidang Kerjasama STIE Pembangunan Tanjungpinang, yang memaparkan materi bertajuk: “Strategi Manajemen Pembangunan Ekonomi Inklusif: Optimalisasi SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) Menuju Indonesia Emas 2045.”
Dalam penyampaiannya, beliau menekankan bahwa pencapaian visi Indonesia Emas 2045 memerlukan strategi pembangunan ekonomi yang inklusif, adaptif, dan kolaboratif. Optimalisasi SDGs 8 dianggap sebagai pilar penting dalam meningkatkan produktivitas tenaga kerja, menumbuhkan lapangan pekerjaan yang layak, serta memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Selain itu, konferensi ini juga menghadirkan narasumber dari berbagai institusi terkemuka nasional dan internasional, yaitu:
1. Dr. Novi Paramita Dewi, SIP, MDP (Universitas Gadjah Mada);
2. Dr. Lahandi Baskoro (London South Bank University, United Kingdom);
3. Dr. Uzlifatul Masruroh Isnawati, M.Pd (Universitas Islam Lamongan).
Keikutsertaan STIE Pembangunan Tanjungpinang dalam forum akademik nasional ini menjadi bukti komitmen institusi untuk terus berperan aktif dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, memperkuat jaringan akademik, serta mendukung gerakan Kampus Berdampak melalui kontribusi nyata dalam penelitian dan diseminasi ilmiah.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan dapat memperkaya wawasan peserta serta memperkuat kolaborasi strategis antarperguruan tinggi dalam mendukung akselerasi implementasi SDGs menuju Indonesia yang unggul dan berdaya saing global pada tahun 2045. (eza)





