BATAM (HK) – Surya Makmur Nasution (SMN) terpilih jadi Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Batam. Dia ditetapkan untuk menahkodai DPC PKB Kota Batam dalam musyawarah cabang (Muscab), Minggu (3/7/2022) di Sahid Hotel Batam Center.
Pembukaan Muscab tersebut dihadiri langsung oleh para pengurus PKB Kepri, diantaranya adalah Sekretaris DPW PKB Kepri, Rocky Marciano Bawole, mantan Gubernur Kepri, Isdianto dan juga hadir Walikota Batam sekaligus ketua DPW partai NasDem Provinsi Kepri, Muhammad Rudi.
Surya Makmur Nasution merupakan mantan anggota DPRD Provinsi Kepri dari partai Demokrat. Pada 25 Februari 2022 lalu secara resmi dia bergabung dengan PKB. Dia bergabung dengan PKB bersamaan dengan Mantan Gubernur Provinsi Kepri Isdianto.
“Sistem pemilihan ketua di PKB tidak sama dengan partai lain, di PKB itu ada namanya pra Muscab. Pra Muscab itu adalah bahagian yang tidak terlepaskan dari Muscab itu. Sebelumnya teman-teman dari PAC sudah rapat dengan DPC, dalam rapat itu diusulkan sejumlah nama,” kata Surya Makmur kepada awak media.
Dikatakan Surya Makmur, dari sejumlah nama yang disepakati PAC tersebut, sebanyak 5 nama langsung diusulkan ke DPP PKB, yakni untuk dewan syuro, sekretaris dewan syuro, ketua tanfidz, sekretaris tanfidz dan bendahara tanfidz.
“Nama yang diusulkan tersebut ditetapkan oleh DPP, jadi untuk muscab ini merupakan rangkaian dari pada pra muscab. Dalam muscab ini seperti proses biasa, ada laporan pertanggungjawaban, PAC menyampaikan pandagan-pandaganya dan setelah itu langsung dibacakan SK pengurus yang telah diterbitkan DPP oleh pimpinan sidang,” ucap Surya.
Dijelaskannya, dalam SK yang sudah diterbitkan DPP PKB itu adapun susunan pengurus PKB Kota Batam ialah, ketua Surya Makmur Nasution, sekretaris Ikhwan Nasai, bendahara Yudianto.
“Ini sudah disepakati secara bersama, jadi apa yang diputuskan di pra muscab itu mejadi keputusan di muscab. Itulah bedanya PKB dalam muscab dengan yang lain, ini sistem yang sangat baik, karena bisa untuk menghindari terjadinya konflik-konflik, semuanya senang, karena diputuskan secara bersama-sama,” ungkapnya.
Ditambahkannya, PKB yabg merupakan salah satu partau terbesar di Indonesia, maka dari pada itu pihaknya selaku pengurus di daerah akan berkhidmad untuk memenangkan pemilu pada tahun 2024 mendatang.
Sebab, PKB sudah bertekad pada pemilu 2024 nanti akan mengajukan ketua umum sebagai calon Presiden. Maka dari itu agar PKB bisa memenangkan ketua umumnya sebagai Presiden RI, maka dia selaku pengurus DPC Kota Batam wajib hukumnya memenangkan PKB di Kota Batam.
Yakni dengan berbagai potensi yang dimiliki oleh PKB, apalagi PKB ini dilahirkan oleh para ulama dan para kiyai. Tugas para DPC adalah bagaimana merajut dan merangkai kembali potensi-potensi yang ada selama ini mungkin agar berjauhan.
“Insyaallah nanti rajutan ini akan saya buat dan anyam dengan baik, dan anyaman itu akan kuat, bisa menjadi satu tempat, sehingga semua warga nanti bisa menikmatinya. Begitu juga dengan potensi sosial dan keberagaman kita yang ada di Kota Batam,” imbuhnya.
Dikesempatan yang sama, ketua panitia Muscab, Muhammad Irfan menyampaikan, sejak beberapa tahun belakangan ini PKB dalam melakukan muscab tidak lagi dengan cara pemulihan langsung saat muscab berlangsung, namun menggunakan rekomendasi.
Jadi PAC itu diberikan kesempatan dan keleluasaan untuk merekomendasikan beberapa naman untuk sebagai calon ketua DPC. Tahapan tetap kita lakukan, mulai dari sidang pleno 1, 2 dan hingga selesai. “Yang mengikuti muscab ini adalah perwakilan dari 12 PAC se-Kota Batam, DPC Kota Batam, perwakilan dari DPW dan DPP,” tutur Irfan. (dam)
