BATAM (HK) – Hujan deras yang mengguyur Kota Batam mengakibatkan sejumlah titik dan ruas jalan protokol terendam banjir, Senin (5/12). Pengendara harus berjibaku dari kepungan air, lolos dari jalanan macet dan kendaraan roda empat mogok.
Titik banjir tersebt diantaranya adalah di Bengkong, Batam Center, di bilangan Legenda, Batu Aji, jalan Brigjen Katamso Tanjunguncang dan di kawasan Kepri Mall.
Kawasan Mega Legenda terbilang cukup parah karena sudah jadi langganan. Banjirnya setinggi lutut orang dewasa, akibatnya sejumlah pengendara kewalahan mencari jalan alternatif lain demi menghindari kepungan banjir.
Bahkan sejumlah kendaraan ada yang mogok di tengah-tengah banjir dengan sopirnya terjebak di dalam mobil. Selain itu, arus lalu lintas di sepanjang jalan tersebut juga terganggu alias macet.
Salah seorang pengendara, Fajar (26), mengatakan banjir itu sudah mulai tampak sejak pukul 12.00 siang. Meski intensitas hujan reda dan ringan namun banjir tetap menggenang di kawasan itu. “Terpaksalah lewat jalan lain. Macet soalnya,” kata dia.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofosika (BMKG) Hang Nadim memprediksi hujan akan lebih sering terjadi di Batam hingga awal 2023 mendatang, baik intensitas sedang hingga lebat.
“Ini memang siklus akhir tahun sampai awal tahun. Tapi kami (BMKG) masih memprakirakan potensi hujan di Batam berlangsung sampai akhir Desember ini,” ujar Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Suratman.
Untuk wilayah Batam dan sekitarnya, BMKG memprakirakan sampai akhir bulan masih berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang dapat disertai petir dan angin kencang, terutama pada dini hari hingga menjelang pagi.
Intensitas hujan di wilayah Batam lebih cenderung terjadi pada sore dan kemudian di dini hari. Wilayah yang paling berdampak akan itu yakni di Kecamatan Nongsa, Bengkong, Batuaji hingga Galang. Hal itu dikarenakan gerak awan hujan dari arah utara.
Untuk di laut, gelombang air saat ini masuk dalam kategori rendah dengan ketinggian rata-rata 0,5 sampai 1,25 meter. Dia mengimbau kepada masyarakat dan juga nelayan untuk dapat memantau perubahan cuaca melalui laman BMKG Hang Nadim Batam agar dapat mengantisipasi.
“Perubahan cuaca mendadak ini harus diwaspadai masyarakat. Sebab ini berdampak besar bagi mereka yang beraktivitas di laut,” tuturnya. (gk/btn)




