TANJUNGPINANG (HK) – Sapi yang masuk ke Kepri dipastikan tidak tertular Penyakit Mulut dan Kulit (PMK). Dan setiap sapi yang masuk ke Kepri sudah menjalani karantina 14 hari.
“Kita koordinasikan dengan seluruh wilayah. Komunikasi upayanya kita koordinasikan dengan pihak terkait regulasi atas mobilisasi lembu akan kita koordinasikan,” kata Sekdaprov Kepri, Adi Prihantara, Selasa (17/5).
Adi mengatakan jika tidak dilakukan karantina dan pengiriman sapi seperti biasa akan mengakibatkan penularan virus penyakit yang berkepanjangan.
“Kita khawatir jika diterima dan terkonfirmasi PMK virus bertahan selama 2 tahun. Kita utamakan kesehatan seluruh masyarakat dan populasi sapi yang sudah ada di kita agar tidak tertular,” imbuhnya.
Merebaknya kasus PMK pada hewan ternak di daerah Sumatera menyebabkan Pemprov Jambi menghentikan sementara pemberian pelayanan sertifikasi hewan.
Kebijakan ini pun berdampak pada defisit nya stok sapi dan kambing dalam beberapa waktu depan.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Peternakan Kota Tanjungpinang, Yoni Fadri menyebut, jika terjadi kelangkaan, Pemko Tanjungpinang akan memasok sapi dan kambing dari Natuna, Karimun, dan Anambas.
Kabupaten tersebut diyakini masih bebas PMK jika dibandingkan dengan daerah lainnya, di Sumatera.
“Karena sekarang hampir semua provinsi di Sumatera sudah terpapar kasus PMK tersebut,” katanya.
Diberitakan sebelumnya Surat Edaran (SE) Kebijakan penghentian sementara pengiriman sapi dan kambing ke Tanjungpinang dari Kuala Tungkal, Jambi membuat pedagang dan peternak sapi potong di Tanjungpinang dan Bintan menjerit.
Hal ini berdasarkan SE yang dikeluarkan Badan Karantina Pertanian Balai Karantina Pertanian Kelas Kelas I Jambi nomor : S-1097/KR.120/K.24.B/05/2022, pada tanggal 15 Mei 2022.
Ketua Persatuan Pedagang Peternak Sapi dan Kambing Tanjungpinang- Bintan, Thamrin menyebutkan, kebutuhan sapi potong perhari di Kota Tanjungpinang dan Bintan sebanyak dua ekor.
Sementara untuk stok perbulannya sebanyak 60 ekor sapi, tetapi saat ini yang ada hanya 14 ekor sapi.
“Dengan adanya SE penyekatan pengiriman sapi dari Kuala Tungkal ke Kepri kemungkinan stok daging sapi potong hanya cukup untuk satu minggu saja,” kata Thamrin, kemarin.
Lebih lanjut ia mengatakan, kemungkinan dalam satu Minggu ini pedagang daging sapi di Tanjungpinang Bintan tidak buka lapak lagi karena stok habis.
Thamrin menyampaikan untuk stok sapi potong dari Kuala Tungkal ke Batam sekali seminggi, ini yang perlu disikapi.
Ia menambahkan sehubungan dengan semakin dekatnya Idul Adha 1443, kebutuhan hewan ternak kurban seperti kambing di Tanjungpinang dan Bintan meningkat.
“Stok kambing saat ini kosong. Sementara menjelang Idhul Adha ini di butuhkan sebanyak empat ribu ekor kambing. Sedangkan waktu hanya tinggal 56 hari lagi,” ujarnya.
Untuk kebutuhan sapi kurban di Tanjungpinang dan Bintan sebutnya sebanyak sekitar 2.000 ekor sementara stok yang ada baru 500 ekor.
“Kalau tidak ada pasokan daging dari luar Tanjungpinang kios bisa-bisa tutup,” katanya.
Karena selama ini sumber sapi dan kambing dari luar Sumatera daratan, Lampung, Jambi dan Palembang. (eza/sjt).