Ansar: RT-RW dan Posyandu Ujung Tobak Pemerintah
TANJUNGPINANG (HK) – Kunjungan kerja (Kunker), ke Kabupaten Natuna, disejalankan Gubernur Kepri, H. Ansar Ahmad, untuk menyerahkan bantuan Pemerintah Provinsi Kepri, kepada RT/RW dan Posyandu, di Gedung Sri Serindit, Ranai, Senin (24/10), di Ujung Utara NKRI.
Di Kabupaten Natuna, menjadi pelengkap dari 7 kabupaten dan kota yang diserahkan Gubernur Ansar bantuan serupa, dalam lawatannya kesetiap kabupaten dan kota, hal ini sudah menjadi rutinitas Gubernur Ansar untuk menunjukkan kepedulian Pemprov Kepri kepadanya RT/RW, dan Posyandu.
Di kabupaten yang berbatasan langsung dengan negara-negara tetangga ini, Gubernur Ansar menyerahkan bantuan yang bernilai total Rp1.432.200.000.
Dengan rinciannya yaitu, bantuan tunai kepada RT senilai Rp829.200.000, yang diberikan kepada 691 orang RT dengan masing-masing menerima Rp1.200.000. Lalu, bantuan kepada RW senilai Rp318.000.000, yang diberikan kepada 265 orang RW, dan masing-masing menerima Rp. 1.200.000.
Gubernur Ansar menyebutkan, peran RT/RW dalam pembangunan sangat fundamental dan menjadi garda terdepan, dalam berhubungan langsung dengan masyarakat sebelum sampai ke pemerintah daerah.
“RT-RW adalah, pelopor Pemerintah yang mempunyai peran sebagai perpanjangan tangan dalam implementasi atas kebijakan. Baik itu ditingkat Kelurahan/Desa, Kecamatan, Kabupaten/Kota, Pemerintah Provinsi, maupun Pemerintah Pusat,” ungkap Gubernur Ansar.
Terkait rentang kendali yang jauh antara Pemerintah Provinsi Kepri yang berkedudukan di Tanjungpinang dengan Kabupaten Natuna yang berada di ujung utara Indonesia, maka membuat peran RT dan RW menjadi signifikan, sebagai penghubung serta pelaksana kebijakan Pemprov Kepri di tingkat masyarakat.
“Karena itu, dibutuhkan sebuah langkah sebagai penguatan peran RT dan RW dalam mengemban tugas yang sangat besar dan mendasar. Oleh karena itu Pemprov Kepri akan senantiasa fokus terhadap penguatan peran RT dan RW, di Kabupaten Natuna ini,” ujar Gubernur Ansar.
Tidak hanya berfokus pada penguatan RT dan RW itu, ujarnya, Pemprov Kepri juga memberikan perhatian yang besar terhadap keberadaan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).
“Posyandu dipandang memiliki peranan yang tidak kalah penting, sebagai salah satu langkah promotif dan preventif dari berbagai potensi penyakit yang senantiasa menjadi kerisauan di tengah-tengah masyarakat,” ungkap Gubernur Kepri ini.
Sebab, ujarnya, Posyandu juga merupakan pelopor dalam menjaga kesehatan masyarakat melalui upaya peningkatan status gizi masyarakat serta upaya kesehatan ibu dan anak. Hal tersebut sejalan dengan upaya Percepatan Penurunan Stunting di Provinsi Kepri.
“Berdasarkan data Studi dari Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2021, prevalensi stunting di Provinsi Kepri ini berada pada angka 17.6 persen. Dan angka ini lebih rendah daripada angka nasional sebesar 24,4 persen,” papar Ansar.
Pada tahun 2022 ini, jelasnya, prevalensi stunting tersebut diharapkan dapat turun menjadi 15,8 persen dan dapat turun kembali menjadi 14 persen tahun 2024, sebagaimana diharapkan.
“Sebagai dukungan untuk upaya dan peran posyandu, Pemprov Kepri memberikan perhatian yang lebih terhadap penguatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Kabupaten Natuna ini, melalui Bantuan Uang Operasional sebesar Rp285.000.000, untuk 57 posyandu,” kata Gubernur Ansar.
“Adapun masing-masing posyandu menerima bantuan sebesar Rp5.000.000. Kita harapkan melalui bantuan uang operasional ini, seluruh Posyandu dapat maksimal dalam menjalankan tugas dan fungsinya,” ujar Gubernur Ansar.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Ansar pun juga menyerahkan bantuan kepada siswa untuk Transportasi Laut Siswa kepada SMA N 1 Pulau Tiga Kabupaten Natuna sebesar Rp384.300.000.
Selain itu, Pemprov Kepri menyerahkan apresiasi kepada siswa berprestasi, berupa piagam penghargaan.
“Atas apresiasi ini, semoga dapat menjadi motivasi kepada para siswa untuk terus berkarya serta melakukan yang terbaik sebagai generasi yang berkualitas untuk mendukung pembangunan Provinsi Kepulauan Riau kedepannya,” tutup Gubernur Ansar. (efr)




