Peletakan Batu Pertama Dipimpin oleh Amsakar Achmad.
BATAM (HK) – Pemerintah Kota (Pemko) akan segera memulai pekerjaan proyek revitalsasi pembangunan Masjid Agung Batam Center. Diawali dengan doa bersama, proyek pekerjaan revitalisasi Masjid Agung Batam Center akan dikerjakan oleh PT Adhi Karya selaku pemenang tender.
Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad menghadiri langsung kegiatan doa bersama dimulainya pekerjaan Masjid Agung Batam Center tersebut, Sabtu (16/7/2022).
“Pada kesempatan ini, izinkan kami juga menyampaikan salam dari Pak Wali (Muhammad Rudi). Karena beliau tidak bisa hadir dikarenakan ada kegiatan lain dengan waktu yang bersamaan,” kata Amsakar.
Amsakar mengatakan Pemko Batam di bawah kepemimpinan Muhammad Rudi memang sejak awal memberikan perhatian serius terhadap pembangunan rumah-rumah ibadah yang ada di Kota Batam.
Seperti kita ketahui, saat ini juga sudah berdiri megah Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah di Batuaji. Kemudian di Bandara Hang Nadim juga ada Masjid Tanjak, itu semua komitmen dari pimpinan kita semua untuk mewujukannya.
“Alhamdulillah hari ini kita doa bersama akan memulai revitalisasi Masjid Agung Batam Center,” katanya.
Pihaknya berharap dengan pembangunan masjid ini dapat memudahkan dan juga meningkatkan ibadah umat Islam yang ada di Kota Batam.
Sebelummnya, Walikota Batam, Muhammad Rudi mengatakan, revitalisasi masjid tersebut menambah kesempurnaan masjid yang berada di tengah Kota Batam itu.
“Batam sudah punya Masjid Tanjak, Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, dan Masjid Agung ini harus sempurna,” kata Rudi, Rabu (29/6/2022).
Disebutkan Rudi, PT Adikarya selaku pemenang lelang untuk melakukan revitalisasi diminta agar pembangunan tersebut harus sesuai dengan gambar dan spek yang disiapkan.
“Saya ingatkan dari awal, jika tidak sesuai spek saya minta bongkar ulang,” pesan Rudi.
Untuk itu, kata Rudi, sebelum revitalisasi dimulai maka harus dipikirkan secara matang sebelum muncul masalah di kemudian hari.
“Kalau tidak sanggup, lebih baik mundur dari awal. Saya ingin tempat ibadah Umat Islam ini betul-betul sempurna,” kata Rudi.
Ia tak meragukan kinerja PT Adikarya, namun, ia menyampaikan peringatan tersebut untuk mengantisipasi persoalan timbul atau pembangunan yang tidak sesuai dengan perencanaan awal.
“Masjid agung lama kalau hujan terjadi kebocoran, sejak 2012 (Rudi menjabat Wakil Wali Kota Batam) sudah saya minta untuk memperbaiki, pembangunan awal masjid ini juga PT Adikarya jadi saat revitalisasi ini saya ingin disempurnakan,” tegasnya.
Kepala Dinas Cipta Karya, Suhar menyampaikan anggaran revitalisasi masjid mencapai Rp 210 miliar, dengan proses penganggaran secara multiyears atau bertahap dari APBD Batam, dengan perkiraaan pembangunan tiga tahun.
Pada tahap pertama, proses revitalisasi menggunakan anggaran sebesar Rp 63 miliar, tahun kedua sebesar Rp 94 miliar dan pada tahun ketiga sebesar Rp 53 miliar.
“Pada tahun 2024, proses revitalisasi diperkirakan selesai,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Secara rinci, proses kontruksi masjid pada tahun 2022 meliputi pembongkaran plasa masjid dan akan digali untuk selanjutnya dijadikan baseman dua lantai. Pada lantai dasar akan dijadikan lokasi parkir kendaraan.
Untuk bagian atas baseman akan diberi batu granite sehingga bisa juga dipakai sebagai ruang sholat dalam kapasitas besar.
“Jadi tahap awal yang berjenjang ini akan kita bongkar dan gali untuk dibuat baseman dua lantai,” kata Suhar.
Kemudian sayap masing-masing tiap sisi masjid akan ditambah. Ruang toilet dan tempat wudhu saat ini akan diganti untuk dijadikan ruang sholat dan ruang serbaguna dua lantai. Selanjutnya menara masjid akan ditambah, namun tidak termasuk menara utama.
Selain itu, revitalisasi Masjid Agung Batam Center juga mencangkup bagian atap masjid. Dimana semua ornamen atap akan diganti semua. Selanjutnya koridor yang saat ini rusak dan pecah-pecah akan diganti dengan koridor yang lebih besar. (r/dam)




