Resmi dibuka di STAIN SAR Kepri, Temu Nasional PILJAMU 2026 perkuat strategi menuju PTKI unggul dan berdaya saing
TANJUNGPINANG (HK) – Temu Nasional Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) ke-2 Tahun 2026 resmi dibuka di CK Tanjungpinang Hotel & Convention Centre, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Rabu (14/10).
Mengusung tema “Pilar Unggul 2026: Decoding the New Quality Era — Strategi LPM Menghadapi Regulasi Baru, Instrumen Akreditasi LAMGAMA, dan Akselerasi Institusi Unggul”, forum nasional ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat budaya mutu, meningkatkan tata kelola, dan merumuskan langkah akselerasi keunggulan perguruan tinggi.
Kegiatan yang berlangsung pada 14–16 Oktober 2026 tersebut dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum Provinsi Kepulauan Riau, Drs. H. Sardison, M.TP. Pembukaan turut dihadiri Ketua Presidium PILJAMU, Prof. Dr. Budiyono Saputro, M.Pd.; Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau, Prof. Dr. Azni, M.Ag.; unsur pimpinan STAIN SAR Kepri; serta perwakilan lembaga penjaminan mutu dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Temu nasional ini diikuti perwakilan dari 58 Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS). Para peserta merupakan unsur pengelola penjaminan mutu, termasuk pimpinan Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) dan unit terkait pengendalian mutu, kurikulum dan pembelajaran, serta akreditasi dan pemeringkatan sesuai struktur kelembagaan masing-masing perguruan tinggi.
Dalam sambutannya, Sardison menyampaikan apresiasi kepada PILJAMU dan STAIN SAR Kepri atas terselenggaranya forum nasional tersebut. Menurutnya, penjaminan mutu merupakan elemen penting bagi lembaga pendidikan untuk memastikan pelaksanaan tata kelola dan pengembangan institusi berjalan secara terarah dan berkelanjutan.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PILJAMU yang telah memberikan ruang bagi Kepulauan Riau, khususnya STAIN Sultan Abdurrahman, untuk menjadi tuan rumah. Kami berharap pertemuan ini menghasilkan keluaran yang bermanfaat bagi peningkatan mutu perguruan tinggi keagamaan Islam di Indonesia,” ungkapnya.
Sardison juga menyoroti karakteristik Kepulauan Riau sebagai provinsi kepulauan yang memiliki tantangan geografis dan rentang kendali wilayah. Kondisi tersebut, menurutnya, membutuhkan kebijakan pembangunan yang memperhatikan karakteristik daerah agar pemerataan akses dan kualitas layanan publik dapat diwujudkan secara optimal.
Ia berharap pertukaran gagasan dalam temu nasional ini turut memperkaya perspektif peserta mengenai praktik pengelolaan institusi di daerah kepulauan, sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.
Sementara itu, Ketua STAIN SAR Kepri, Prof. Dr. Azni, M.Ag., menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas kepercayaan yang diberikan kepada STAIN SAR Kepri sebagai tuan rumah. Ia menegaskan bahwa peningkatan mutu, khususnya mutu akademik, merupakan agenda penting yang perlu terus diperkuat melalui kolaborasi dan komitmen seluruh unsur perguruan tinggi.
“Temu nasional ini menjadi momentum penting bagi kita untuk memperhatikan dan meningkatkan mutu, terutama mutu akademik di perguruan tinggi. Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan menghasilkan rumusan yang bermanfaat bagi penguatan penjaminan mutu PTKI di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Azni juga menyampaikan harapan agar STAIN SAR Kepri dapat bertransformasi menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN). Menurutnya, perubahan status kelembagaan membutuhkan persiapan menyeluruh, dukungan pemerintah, serta komitmen bersama dari seluruh sivitas akademika.
“Kami berharap dukungan semua pihak agar proses transformasi STAIN SAR Kepri menjadi IAIN dapat terus diupayakan. Dukungan pemerintah daerah dan kesiapan internal menjadi bagian penting dalam mempersiapkan perubahan tersebut,” tegasnya.
Ia juga berharap forum PILJAMU dapat menghasilkan gagasan dan rumusan strategis yang menjadi rujukan bagi pengembangan sistem penjaminan mutu pada periode berikutnya. Dengan demikian, pertemuan ini tidak berhenti pada pertukaran pengetahuan, tetapi juga menghasilkan rekomendasi yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan dan karakteristik setiap perguruan tinggi.
Temu Nasional PILJAMU ke-2 Tahun 2026 dirancang untuk menyamakan perspektif dalam merespons perkembangan regulasi dan instrumen akreditasi. Salah satu agenda utamanya ialah pembahasan kerangka Pilar Unggul sebagai pendekatan penguatan sistem mutu perguruan tinggi secara terintegrasi.
Kerangka tersebut mencakup tujuh pilar, yaitu Tata Kelola dan Kepemimpinan Unggul, Keunggulan Akademik, Keunggulan Riset-PkM dan Inovasi, SDM Unggul, Mahasiswa dan Alumni Unggul, Internasionalisasi, serta Budaya Mutu Berkelanjutan. Implementasinya diharapkan memperkuat Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), penerapan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), peningkatan kualitas riset dan publikasi, pengembangan kompetensi sumber daya manusia, serta pelaksanaan evaluasi dan perbaikan mutu secara berkelanjutan.
Melalui forum ini, para peserta juga diharapkan dapat bertukar praktik baik, membangun jejaring kolaborasi, dan merumuskan strategi yang relevan dengan tantangan masing-masing institusi. Hasil pembahasan diharapkan menjadi pijakan bagi perguruan tinggi dalam meningkatkan kinerja, memperkuat akuntabilitas, dan mempersiapkan diri menghadapi tuntutan akreditasi.
Penyelenggaraan Temu Nasional PILJAMU ke-2 Tahun 2026 menegaskan komitmen STAIN SAR Kepri untuk berkontribusi dalam penguatan ekosistem penjaminan mutu PTKI. Dari Kepulauan Riau, forum ini diharapkan melahirkan gagasan dan langkah konkret yang mendorong perguruan tinggi keagamaan Islam semakin bermutu, adaptif terhadap perubahan, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional. (r/eza)





