LINGGA (HK) – Polsek Dabo Singkep menggelar konferensi pers pengungkapan kasus kekerasan terhadap anak, pencurian dan pencabulan anak di bawah umur, Selasa (27/2/2023).
Kegiatan tersebut dilaksnakan di Polsek Dabo Singkep dipimpin Kapolres Lingga AKBP Fadli Agus di dampingi Kapolsek Dabo Singkep Iptu Rohandi P Tambunan dan Kasi Humas Polres Lingga Iptu Abdurrahman.
Kasus ini berawal dari adanya laporan tentang kasus kekerasan terhadap anak, pencurian dan pencabulan anak di bawah umur dimana kejadian tersebut berada di tiga lokasi berbeda dan pelaku berinisial YL (25) yang merupakan warga Dabo Singkep.
Fadli Agus mengatakan, dimana kejadian berawal pada Rabu (22/2/2023) sekira pukul 23.30 WIB di Taman Kota Dabo telah terjadinya pemukulan terhadap anak dibawah umur berinisial SS yang di lakukan pelaku YL.
Kemudian karena telah dipengaruhi oleh minuman beralkohol pelaku juga nekat melakukan pencurian 1 unit sepeda motor kaisar yang berada di depan toko Alumunium A3 di jalan Simpang jam Kelurahan Dabo.
“Setelah melancarkan aksi pencuriannya tersangka juga nekat melakukan tindakan pencabulan terhadap anak di bawah umur yang berlokasi di jalan Tiram Sekop Laut Keluarahan Dabo,” ungkapnya.
Fadli menambahkan bahwa pelaku ini melakukan aksinya karena dipengaruhi oleh minuman keras, sehingga ia berani melakukan tindakan kriminal. Dimana pelaku ini melakukan perbuatannya dalam kurun waktu satu hari di tiga lokasi berbeda.
Diketahui bahwa tersangka YL ini merupakan residivis dengan kasus penganiyaan pada tahun 2018 lalu.
“Pelaku ini merupakan residivis dengan kasus penganiyaan yang ia lakukan diwilayah Dabo Singkep,” ujarnya.
Atas kejadian tersebut Unit Reskrim Polsek Dabo Singkep telah berhasil mengamankan beberapa barang bukti seperti, baju kaos warna hitam, topi, jaket hoodie, celana leging, pisau dan satu unit motor roda tiga (Kaisar) merk triseda.
“Atas perbuatannya pelaku dikenakan pasal berlapis yakni pasal 80 ayat 1 UU RI Nomor 35 tahun 2014, Pasal 82 ayat 1 UU nomor 35 tahun 2014, dan pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman untuk kekerasan terhadap anak 3-15 tahun, dan untuk kasus pencabulan maupun pencurian masing-masing 5 tahun kurungan,” jelasnya. (tbn)
