KARIMUN (HK) — Pemerintah Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau merencanakan Pendapatan Daerah mengalami kenaikan sebesar Rp Rp 1,4 Triliun dan Belanja naik sebesar 1,64 %.
Hal ini disampaikan Wakil Bupati Karimun Provinsi Kepulauan Riau H. Anwar Hasyim saat menyampaikan pidato pengantar Rancangan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (KUPA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Karimun Tahun Anggaran 2024 pada sidang paripurna DPRD Karimun yang digelar di ruang sidang utama Balai Long Sri, Senin (7/8/2023).
Anwar Hasyim menyampaikan, terkait pendapatan daerah, pemerintah daerah terus berusaha meningkatkan kapasitas fiskal dan kemandirian daerah dengan semakin memperbesar peranan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai bagian dari struktur pendapatan pada APBD.
“Pendapatan Daerah pada perubahan APBD Tahun Anggaaran 2023 diprediksi mengalami kenaikan sebesar Rp 77.000.000.000 bila dibandingkan dengan APBD Tahun Anggaran 2023 yakni sebesar Rp.1.349.546.089,779 sehingga menjadi Rp.1.426.546.069,779 yang bersumber dari PAD, pendapatan transfer baik dari pusat maupun provinsi dan lain-lain pendapatan daerah yang sah,” ujarnya.
Sementara untuk Belanja Daerah, Ia menjelaskan, Belanja Daerah pada perubahan APBD Tahun Anggaran 2023 diproyeksikan sebesar Rp.1.487.439.163.791. Jumlah belanja ini terjadi kenaikan sebesar 1,64 % jika dibandingkan dengan Belanja pada APBD Tahun Anggaran 2023 yaitu Rp.1.472.916.069.779.
Untuk Pembiayaan, dalam rancangan kebijakan umum perubahan APBD dan PPAS perubahan APBD Karimun Tahun 2023, pembiyaan netto berdasarkan hasil audid Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI terhadap laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Karimun tahun anggaran 2023 adalah sebesar Rp.71.893.094.012 dibandingkan dengan APBD murni tahun 2023 sebesar Rp.123.370.000.000 sehingga terjadi selisih pembiayaan sebesar Rp 51.476.905.988.
“Jika dibandingkan antara Pendapatan Daerah dan Belanja Daerah Kabupaten Karimun pada Perubahan APBD Kabupaten Karimun Tahun Anggaran 2023, dimana target pendapatan daerah sebesar Rp.1.426.546.069.779 dengan Belanja Daerah sebesar Rp.1497.439.163.791 maka terdapat selisih (defisit) sebesar Rp.71.893.094.012.”
“Adapun selisih (defisit) tersebut ditutup dengan penerimaan pembiayaan, sehingg selisih antara anggaran pendapatan dan belanja daerah menjadi nihil,” terang Anwar Hasyim di akhir pidatonya.
Menutup pidatonya, ia berharap kiranya dalam pembahasan KUA serta PPAS Kabupaten Karimun tahun anggaran 2024 ini dapat berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
“Akhir kata marilah kita kembali bersama-sama memohon kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa semoga kita diberikan kekuatan dan kemampuan untuk dapat melaksanakan seluruh tugas dengan penuh rasa tanggung jawab. Semoga apa yang kita kerjakan mendapat ridho dan diberkati oleh Allah SWT,” ujar Anwar Hasyim. (hhp)
