BINTAN (HK) – Suasana Ramadan di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau (STAIN SAR Kepri) kembali diisi dengan tausiyah penuh makna melalui kegiatan Kultum Ramadan yang dilaksanakan pada Senin (23/2/2026). Pada kesempatan tersebut, dosen STAIN SAR Kepri, Drs. H. Runtoni, M.Pd., menyampaikan kultum bertema “Dahsyatnya Alam Berpuasa”.
Dalam tausiyahnya, beliau mengajak civitas academica untuk memaknai puasa tidak semata sebagai kewajiban ritual individual, tetapi sebagai bagian dari harmoni kosmik yang melibatkan seluruh ciptaan Allah SWT.
“Puasa bukan hanya untuk manusia, tetapi alam semesta juga berpuasa. Dengan berpuasa, alam ini terjaga dalam keseimbangannya. Jika kita melaksanakan puasa dengan sungguh-sungguh, maka derajat kita akan diangkat di hadapan Allah SWT,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa meninggalkan kewajiban puasa Ramadan tanpa alasan yang dibenarkan merupakan bentuk kelalaian yang dapat menjauhkan manusia dari rahmat Allah SWT.
“Apabila kita tidak melaksanakan puasa, maka azab dan nerakalah tempatnya, dan kita akan jauh dari Allah. Karena itu, janganlah meninggalkan puasa wajib yang hanya satu kali dalam setahun pada bulan Ramadan ini,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa puasa menjadi sarana penyucian diri sekaligus jalan keselamatan, baik di dunia maupun di akhirat. Melalui ibadah puasa, seorang muslim dilatih untuk menahan diri, memperkuat ketakwaan, serta membangun kesadaran spiritual yang lebih mendalam.
Kegiatan Kultum Ramadan ini merupakan bagian dari program pembinaan spiritual civitas academica STAIN SAR Kepri selama bulan suci Ramadan. Selain memperkuat nilai keislaman, kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi bersama dalam mengintegrasikan dimensi akademik dan spiritualitas dalam kehidupan kampus.
Dengan terselenggaranya kultum tersebut, diharapkan seluruh civitas academica dapat semakin menghayati makna puasa sebagai ibadah yang tidak hanya berdimensi individual, tetapi juga membawa dampak moral dan sosial yang luas. (r/eza)





