BATAM (HK) – Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) launching Program Sehat, Inovatif, dan Aman Pakai (SIAP) QRIS di Pasar Puan Maimun Kabupaten Karimun, yang sekaligus dirangkaikan dengan kegiatan seremonial penyerahan PSBI, Kamis (21/7/2022).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri, Musni Hardi K Atmaja mengatakan, program SIAP QRIS di Provinsi Kepri menyasar 1 pusat perbelanjaan dan 7 pasar, yaitu One Batam Mall Tiga pasar di Batam (Pasar Mitra Raya I, Pasar Puja Bahari, dan Pasar Penuin).
Kemudian, dua pasar di Kabupaten Karimun (Pasar Puan Maimun dan Pasar Sri), satu pasar di Tanjungpinang (Pasar Baru I), satu pasar di Bintan (Pasar Barek Motor).
Dari 7 pasar tersebut, Pasar Puan Maimun menjadi pasar pertama yang memenuhi kriteria program SIAP QRIS dengan jumlah pedagang yang telah memiliki QRIS mencapai 153 pedagang atau 30 persen dari total seluruh pedagang.
“Untuk itu, sekali lagi kami mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya atas dukungan dan komitmen bersama atas terwujudnya hal tersebut,” kata Musni.
Disampaikan Musni, arus digitalisasi masuk begitu deras ke Indonesia termasuk ke Provinsi Kepulauan Riau. Revolusi digital dalam satu dekade terakhir mengubah secara drastis perilaku transaksi pelaku ekonomi.
“Hampir seluruh perangkat yang kita miliki kini terhubung dengan dunia digital. Pola konsumsi pun bergeser ke belanja dalam platform digital atau belanja online. Hal tersebut tentunya menuntut layanan keuangan yang serba cepat, mudah, murah, dan aman,” kata
Digitalisasi membuka lebar pintu peluang inklusi ekonomi dan keuangan bagi seluruh masyarakat, termasuk segmen masyarakat unbanked dan UMKM. Arus digitalisasi tersebut diperkirakan akan semakin menguat di masa depan.
Menghadapi fenomena digitalisasi tersebut, Bank Indonesia melalui visi dan misinya dalam pengembangan sistem pembayaran digital, diharapkan dapat membawa 91,3 juta penduduk unbanked dan 62,9 juta UMKM ke dalam ekonomi dan keuangan formal secara sustainable melalui pemanfaatan digitalisasi.
Pemanfaatan digitalisasi termasuk di dalamnya adalah penggunaan instrumen non tunai yang semula hanya terbatas pada hotel, pusat perbelanjaan modern dan restoran besar kini mulai digunakan oleh UMKM termasuk pedagang di pasar tradisional.
Setelah mencapai target 12 juta merchant QRIS secara nasional, pada tahun ini, Bank Indonesia menargetkan 15 juta pengguna baru QRIS untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional. Khusus untuk Kepri ditargetkan sebesar 102 ribu pengguna baru QRIS.
“Oleh karena itu, merchant (pedagang) memiliki peran penting untuk mencapai target tersebut. Semakin banyak jumlah pedagang yang memiliki QRIS, tentu akan semakin mendorong masyarakat untuk bertransaksi menggunakan QRIS dan mendukung percepatan ekosistem digital,” tuturnya.
Dijelaskannya, sampai dengan akhir Juni 2022, jumlah merchant QRIS di Kepri mencapai 393.054 merchant atau meningkat 469 persen. Sementara itu, hingga saat ini telah terdapat 8.536 merchant QRIS di Kabupaten Karimun atau meningkat 378 persen.
Hal ini menjadikan Karimun sebagai daerah dengan jumlah merchant terbanyak ketiga di Provinsi Kepulauan Riau setelah Kota Batam dan Tanjungpinang.
Selain memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk bertransaksi secara digital (nirsentuh), QRIS memberikan banyak keuntungan bagi para pedagang dan kalangan UMKM.
Seperti, membangun profil kredit untuk kemudahan mendapatkan pinjaman/pembiayaan, transaksi tercatat sehingga mudah dipantau, tidak perlu uang kembalian, bebas risiko pencurian dan uang palsu, mengikuti tren pembayaran terkini dan murah serta bebas biaya bagi usaha mikro (0% s.d Des 2022).
“QRIS juga memberikan banyak manfaat bagi Pemerintah, antara lain mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif, embayaran retribusi dan pajak yang murah dan efisien, mendukung elektronifikasi Pemda, persiapan menuju ekonomi keuangan digital dan smart city,” katanya.
Lanjutnya, Bank Indonesia (BI) bersama dengan Kementerian, Lembaga, Pemerintah Daerah, dan Perbankan terus berkomitmen untuk memperluas akseptasi pembayaran digital, salah satunya melalui fasilitasi penggunaan QR Code Indonesian Standard (QRIS) di pasar-pasar dan pusat perbelanjaan.
Komitmen tersebut diwujudkan antara lain dengan berkolaborasi bersama Kementerian Perdagangan melalui Program Pasar dan Pusat Perbelanjaan Sehat, Inovatif, dan Aman Pakai (SIAP) QRIS.
Pasar/Pusat Perbelanjaan SIAP QRIS adalah sentra perdagangan dimana sebagian pedagangnya telah menerima pembayaran nirsentuh QRIS dalam rangka mendorong transaksi yang lebih higienis, mudah, dan aman untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional.
“Peningkatan kegiatan transaksi di pusat perbelanjaan pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas sektor riil, seperti: petani, produsen, maupun pedagang, yang akan mendorong daya beli masyarakat sehingga mempercepat pemulihan ekonomi nasional,” paparnya.
Ditambahkannya, program ini diharapkan dapat direplikasi di seluruh pasar rakyat dan pusat perbelanjaan yang berada di Kepri. Melalui sinergi yang terjalin baik antara BI bersama pemerintah daerah, perbankan, pengelola pasar, serta otoritas/pihak terkait lainnya, BI optimis program perluasan QRIS di pasar-pasar dapat terus berlanjut.
Selanjutnya, untuk meningkatkan awareness dan minat penggunaan QRIS, salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui pelaksanaan edukasi dan QRIS Experience pada hari ini, yaitu belanja tebus murah pakai QRIS senilai Rp1,00.
Sebagaimana kita ketahui bersama, saat ini kita sedang dihadapkan pada tantangan kenaikan harga beberapa komoditas pangan, selain karena terganggunya pasokan akibat dari ketegangan geopolitik Rusia dan Ukraina yang berdampak pada kenaikan harga komoditas global.
“Juga disebabkan oleh penurunan produksi atau pasokan beberapa komdoditas pangan akibat gangguan cuaca dan pola tanam yang tidak merata di sepanjang tahun. Di sisi lain, permintaan juga meningkat seiring dengan peningkatan mobilitas masyarakat,” imbuhnya. (r/dam)
