BATAM (HK) – Panitia penyelenggara International Batam Cup 2026 mulai memperkenalkan piala turnamen sepak bola usia muda tersebut kepada publik melalui roadshow ke sejumlah instansi pemerintah. Kunjungan perdana dilakukan ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Selasa (14/10/2026).
Langkah ini menjadi bagian dari upaya menyosialisasikan turnamen yang dijadwalkan berlangsung pada 14–19 Desember 2026 mendatang. Selain memperkenalkan trofi, panitia juga ingin membangun dukungan berbagai pihak agar ajang tersebut berjalan sukses dan mampu menarik peserta dari dalam maupun luar negeri.
Kegiatan itu turut dihadiri perwakilan Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), yang diwakili Sekretaris Komisi II, Wahyu Wahyudin.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam menyambut baik penyelenggaraan International Batam Cup 2026. Ia menilai turnamen tersebut berpotensi menjadi sarana promosi pariwisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Kami sangat mendukung penuh penyelenggaraan International Batam Cup 2026. Kegiatan seperti ini sangat membantu mempromosikan Batam ke kancah internasional sekaligus mendongkrak perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap turnamen tersebut dapat berlangsung lancar dan berkembang menjadi agenda tahunan yang semakin dikenal luas.
Direktur Utama Keenan Wisata sekaligus penyelenggara International Batam Cup 2026, Surya Wijaya, mengatakan piala yang diperkenalkan bukan sekadar trofi, melainkan simbol kebanggaan bagi para peserta yang akan bertanding.
“Kami membawa piala khusus ini untuk diperkenalkan kepada masyarakat dan pemangku kepentingan. Semoga kehadirannya dapat membangkitkan semangat serta antusiasme menyambut turnamen ini,” kata Surya.
Menurutnya, dukungan pemerintah daerah menjadi salah satu faktor penting untuk mendorong perkembangan turnamen tersebut, terutama dalam memperluas promosi dan menjaring peserta dari berbagai negara.
Surya menyebutkan, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Hasan, juga memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan International Batam Cup 2026.
Sebagai tindak lanjut dari roadshow tersebut, panitia berencana membawa piala turnamen ke Tanjungpinang untuk diperkenalkan kepada Dinas Pariwisata Provinsi Kepri.
“Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Hasan, juga sangat mendukung kegiatan ini. Selanjutnya, kami akan membawa piala ini ke Tanjungpinang untuk berkunjung ke Dinas Pariwisata Provinsi Kepri,” ujar Surya.
Bidik Turnamen Sepak Bola Usia Muda Bergengsi di ASEAN
International Batam Cup 2026 akan mempertandingkan dua kategori usia, yakni U-12 dan U-16, dengan melibatkan lebih dari 48 tim dari berbagai daerah dan negara.
Panitia menargetkan turnamen ini dapat berkembang menjadi salah satu kompetisi sepak bola usia muda bergengsi di kawasan Asia Tenggara, sekaligus membuka kesempatan bagi pemain muda untuk merasakan atmosfer pertandingan dengan peserta dari berbagai negara.
“Kita ingin Batam Cup bisa seperti KL Cup di Malaysia, Singa Cup di Singapura dan Garuda Cup di Jakarta. Bahkan Garuda Cup saat ini sudah diikuti peserta dari lebih 12 negara,” ungkapnya.
Untuk mencapai target tersebut, Surya berharap dukungan dari pemerintah, pemangku kepentingan, serta berbagai pihak lainnya dapat mendorong lebih banyak tim mancanegara berpartisipasi.
Sejumlah negara yang diharapkan mengirimkan tim di antaranya Thailand, Filipina, Singapura dan negara lainnya. Dengan semakin beragamnya peserta, International Batam Cup diharapkan memiliki daya tarik lebih besar di tingkat regional.
Dorong Perhotelan dan UMKM Lokal
Selain mendorong perkembangan sepak bola usia muda, penyelenggaraan International Batam Cup 2026 juga ditargetkan memberikan dampak ekonomi bagi Kota Batam.
Surya menyampaikan, sebanyak 780 peserta dijadwalkan datang dari Malaysia. Sementara peserta lainnya berasal dari sejumlah daerah di Indonesia, seperti Jakarta, Medan, Indragiri Hilir, Rokan Hulu dan Jambi.
Jumlah tersebut diperkirakan bertambah dengan kehadiran lebih dari 500 anggota keluarga peserta. Dengan demikian, total orang yang diproyeksikan datang ke Batam mencapai lebih dari 1.400 orang selama delapan hari tujuh malam.
“Kita gunakan sembilan hotel, libatkan UMKM lokal untuk katering, transportasi, hingga oleh-oleh. Ini tentu akan sangat membantu perekonomian masyarakat Batam,” tambahnya.
Keterlibatan sembilan hotel serta pelaku usaha lokal diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas, mulai dari sektor akomodasi, penyediaan makanan, transportasi hingga penjualan produk oleh-oleh.
Dengan dukungan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan, International Batam Cup 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi sepak bola usia muda, tetapi juga menjadi sarana promosi pariwisata olahraga yang memperkuat posisi Batam sebagai destinasi kegiatan berskala internasional. (dam)





