BATAM (HK) – Kota Batam memiliki sejarah yang panjang terhadap pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Seiring dengan pesatnya pertumbuhan Kota Batam. Kota ini diminta mampu menyediakan dan mengelola air bersih yang berkualitas khususnya bagi perindustrian dan perhotelan di Kota Batam.
Oleh karena itu, pemerintah Otorita Batam yang saat ini berganti nama menjadi BP Batam berinisiatif untuk menggandeng pihak swasta dalam pengelolaan air bersih agar berjalan dengan optimal.
Kala itu, Ketua Otorita Batam B.J. Habibie yang memerintah langsung Kepala Satuan Pelaksana (Kasatlak) Otorita Batam Soeryohadi Djatmiko agar menjadi koordinator pengelolaan dan penyediaan air bersih di Kota Batam.
Biwater International Ltd., sebuah perusahaan pengelola air bersih yang beroperasi di Inggris saat itu bekerjasama dengan PT. Bangun Cipta Kontraktor dan PT. Syabata Cemerlang yang menerima tawaran ini. Kemudian mereka membentuk konsorsium bernama PT. Adhya Tirta Batam atau yang dikenal dengan ATB.
Lalu sejak 17 April 1995, Otorita Batam resmi bekerjasama dan menandatangani kontrak kesepakatan bersama dengan PT. Adhya Tirta (ATB) dengan masa kontrak hingga November 2020.
ATB menjadi perusahaan penyedia air minum swasta pertama di Indonesia yang mendapatkan konsesi atau pemberian hak izin langsung dari pemerintah melalui Otorita Batam untuk mengoperasikan dan memenuhi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kota Batam.
Pada November 1995, pengelolaan air bersih di Kota Batam dilakukan oleh ATB dengan pola kemitraan antara pemerintah dan swasta.
Hal ini bertujuan untuk meningkatkan permintaan konsumen yang semakin mendesak dan untuk mendorong investasi dalam partisipasi sektor swasta dalam pembangunan Kota Batam.
Dalam perjalanan konsesi Air di Batam yang berawal dari ATB sudah mengucurkan investasi sebesar Rp 26,482 miliar dengan membangun instalasi dari nol hingga seperti sekarang. Dari 20 ribu pelanggan, kini ada 289 ribu pelanggan. Dari kapasitas produksi 500 liter/detik kini 3.610 liter/detik.
Batam sudah menjadi rumah bagi ATB, karena di Kota ini lah perusahaan ini dilahirkan. Jika dihitung sudah 25 tahun lamanya dedikasi ATB dalam mengelola air bersih di Kota Batam dan sudah berinvestasi sebanyak Rp 1,005 triliun pada akhir 2019.
ATB telah berhasil menunjukkan kemampuannya sebagai wujud dari visinya “Menjadi perusahaan air minum yang handal di Indonesia” dengan beberapa capaian seperti memiliki teknologi SCADA untuk mengatasi kebocoran pada pipa air sehingga berhasil menurunkan angka kebocoran hingga 14%, cakupan layanan hingga 99,7% dan memenangkan 31 penghargaan bergengsi dalam layanan pelanggan yang sangat baik. Pencapaian ini tidak terlepas dari dukungan infrastruktur, penerapan sistem dan teknologi, serta tenaga yang berpengalaman di bidangnya.
Terlepas dari pencapaiannya, ATB tidak dapat sepenuhnya memenuhi salah satu targetnya, yaitu menyediakan drinking water (air yang langsung dapat diminum) bagi konsumennya.
Salah satu hambatannya disebabkan oleh persoalan pipa penyaluran ke konsumen yang masih belum memenuhi standar baku penyaluran air langsung minum kepada konsumen.
Terima kasih ATB atas dedikasinya untuk Kota Batam!
*(Dari Berbagai Sumber)
