Sebelumnya, ujarnya, telah disepakati MoU antara PT IP yang merupakan anak perusahaan PT PLN (Persero) dengan EDF Renouvelables SA (Perusahaan pengembang energi listrik terbarukan dari Perancis), Tuas Power Ltd (Perusahaan pembangkit listrik dan retail dari Singapura), dan Abu Dhabi Futuri Energy Company PJSC – Masdar (Perusahaan pembangikit listrik dari Uni Emirat Arab).
“Saya menyambut baik atas ekpose presentasi yang telah disampaikan,” sebut Ansar.
Menurut Ansar, sampai saat ini sudah ada sekitar sembilan ekspos yang telah menyampaikan berkaitan dengan EBT dan Pemprov Kepri akan melihat urgensinya dari masing masing ekspos tersebut.
“Bagi kita yang terpenting adalah, karena semangat pengembangan EBT disampaikan oleh Bapak Presiden tak hanya untuk pemenuhan kebutuhan luar negeri. Akan tetapi untuk dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri,” ucapnya.
Tadi sudah disampaikan, ungkap Ansar, ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi, dan saya concern dengan itu.
“Bahwa kita wajib dulu, memenuhi kebutuhan kebutuhan energi di dalam negeri. Sehingga, pengalaman di masa lalu tidak boleh terjadi lagi,” tegas Gubernur Kepri.




