Ansar Pertimbangkan Pembelian Pesawat N219 Rp.100 miliar
TANJUNGPINANG (HK) – Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), H. Ansar Ahmad mendukung penuh upaya mewujudkan percepatan pengembangan “jembatan udara” di wilayah Kepri.
Pasalnya, Kepri sangat membutuhkan percepatan “Connectify Transport”, khususnya di sektor udara, guna merangkai pulau-pulau terdepan dan terluar Indonesia, di Provinsi Kepri ini.
Dukungan tersebut disampaikan Gubernur Ansar saat menerima kunjungan Tim Penyusunan Peta Jalan Transformasi Ekonomi Provinsi Kepri, dan Rencana Pilot Project N219A Kementrian BPN/Bappenas RI, bertempat di Kantor Graha Kepri, Batam Centre, Senin (07/11).
Tim sendiri beranggotakan Staf Khusus Menteri BPN/Bappenas, Kemal Tarek, Deputi Bidang Ekonomi, Amalia Adininggar Widyaswati, Plt. Bidang Sarana dan Prasarana, Rudi Suprihadi P dan Direktur PMAS, Eka Candra Buana.
Juga ada Direktur Ipek, Leonardo Adypurnama, Direktur Transportasi, Ikhwan Hakim, Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (DI), Gita Amperiawan, Direktur Utama IPTN Northa Amerika, Indra Gauthma, dan Program Manager PT DI N219 Amphibi, Budi Sampurno,
Lalu, Manager Marketing PT DI, Putri Ramadhani, serta dari OPD Kepri, yakni Asisten II, Kepala Barenlitbang, Kadisperindag, Kadishub dan perwakilan Dinas PU.
Menurut Gubernur Ansar, percepatan jembatan udara di Kepri merupakan bagian dari pilot project Kementrian BPN/ Bappenas, melalui program Transformasi Ekonomi Kepulauan Riau menuju Indonesia Emas 2045.
Diakui Gubernur Ansar, Kepri memang sangat membutuhkan solusi terhadap permasalahan dan kebutuhan connectify transport, untuk sektor perhubungan udara, dan 2 sektor tranportasi lainnya. Yakni, laut dan darat sudah sangat bagus.
“Karenanya tawaran yang disampaikan oleh Kementrian BPN/Bappenas melalui skema pembelian pesawat perintis ampibi produksi anak bangsa. Yakni dari PT Dirgantara Indonesia, dengan pesawat N219 seharga kurang lebih Rp100 miliar. Sangat kita pertimbangkan,” jelasnya.
Ditambahkan Gubernur Ansar, konektivitas jembatan udara di Kepri, akan banyak memberikan manfaat bagi negeri berjuluk Segantang Lada itu sendiri. Salah satunya, akan mempercepat masuknya investasi. Mengingat banyaknya sektor bisnis, yang bisa dikembangkan di wilayah Kepri.
“Kesungguhan kita menyambut baik program dari Kementrian BPN/Bappenas, juga dalam rangka mendukung tumbuh kembangnya industri dirgantara Indonesia melalui PT DI, yang akan mulai memproduksi pesawat apmbihi N219 karya anak bangsa, untuk memenuhi permintaan kebutuhan pesawat perintis untuk wilayah terluar dan terdepan,” tutup Gubernur Ansar.
Sementara itu Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia, Gita Amperiawan mengatakan, kalau Kepri memang menjadi lokasi proyek rintisan terhadap transportasi pesawat amfibi N 219.
“Tahap awal, Pilot project ini akan direalisasikan pada 2025 di Kabupaten Natuna,” kata Gita Amperiawan.
Sebab menurutnya, pemerintah pusat memahami kendala yang dialami kabupaten paling Utara Indonesia tersebut, yakni terhadap aksesibilitas untuk tranportasi udara. (efr)




