SUMATERA BARAT (HK) — Dalam rangka mempercepat penanganan serta pengendalian bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat, Pangkogabwilhan I Letjen TNI Kunto Arief Wibowo bersama Asisten Kas Kogabwilhan I dan unsur staf melakukan langkah tanggap darurat dengan mendirikan Posko Pengawasan dan Pengendalian Bencana serta menggelar Battle Management System (BMS) sebagai pusat monitoring terpadu.
Pendirian posko dan pengoperasian BMS ini bertujuan memberikan gambaran menyeluruh mengenai situasi bencana secara real time, sehingga setiap perkembangan di lapangan dapat segera diketahui dan direspons.
Melalui BMS dapat memantau titik-titik terdampak, tingkat kerugian, jenis bantuan yang diperlukan, bantuan yang telah terdistribusi, serta bantuan yang masih dalam proses pendistribusian. Informasi-informasi krusial tersebut menjadi dasar penting dalam pengambilan keputusan cepat dan tepat untuk membantu masyarakat di wilayah terdampak.
“Dengan BMS, seluruh data bencana dapat terintegrasi dan termonitor setiap saat. Ini sangat membantu proses koordinasi, pengendalian, serta distribusi bantuan agar lebih tepat sasaran,”kata Letjen TNI Kunto Arief Wibowo melalui siaran persnya diterima media ini, Minggu (07/12/2025)
Selain itu, lanjutnya, untuk memastikan kelancaran komunikasi di daerah yang terdampak kerusakan jaringan, Letjen Kunto Arief Wibowo juga menyalurkan bantuan berupa pemasangan Starlink sebagai sarana komunikasi untuk tim lapangan dan masyarakat.
“Tidak hanya itu, bantuan genset diserahkan guna mendukung kebutuhan listrik darurat, serta paket sembako untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang saat ini masih berada di wilayah pengungsian,”, terangnya.
Langkah cepat dan terpadu ini mendapatkan apresiasi dari masyarakat setempat yang merasakan langsung manfaat koordinasi dan penanganan bencana yang lebih efektif.
Dengan pengawasan intensif menggunakan Battle Management System dan dukungan logistik yang memadai, penanganan bencana di Sumatera Barat diharapkan dapat berlangsung lebih cepat, tepat, dan menyeluruh demi meminimalisir dampak lanjutan serta mempercepat proses pemulihan daerah terdampak.(r/nel)





