LINGGA (HK) – Ditengah teriknya sinar matahari, Swandi Ketua Rt 04 Desa Mamut, Kecamatan Senayang, Kabupaten Lingga, mulai beraktivitas mengambil hasil rengkamnya untuk di jemur. Setelah kering, kemudian dijual ke pengumpul dengan harga Rp1.700 perkilo.
“Alhamdulillah, hari ini dapat cukup banyak. Ini kalau disini sebutannya rengkam,” kata Swandi, sembari menunjukkan rengkam yang dijemurnya, sebagai hasil laut yang tumbuh subur di sekitar Pulau Mamut,” ujarnya, Selasa (15/11).
Swandi pun mengajak istrinya untuk segera menjemur hasil tangkapan, yang kemudian dijemur dipelatan dan pekarangan rumah. Jika kondisinya memang sudah benar benar kering, rengkam tangkapannya segera dia setorkan ke penampung.
“Nanti, kalau rengkam ini sudah benar benar kering, lansung kita jual ke penampung dengan harga Rp1.700 perkilogramnya,” sambungnya.
Diterangkannya, untuk proses pengambilan rengkam dilakukan setiap hari, kalau cuaca panas bisa mengumpulkan hingga 100 kg lebih rengkam atau rumput laut liar.
“Alhamdulillah dengan keadaan saat ini, saya masih bisa bekerja mengais rezeki untuk anak istri saya,” terangnya.
Kata Swandi, dulunya rengkam ini kita biarkan saja, tidak diambil juga dia mati sendiri, tapi kemudian tumbuh lagi. “Sebab, kita anggap rengkam ini sampah,” ucap Swandi alias Suan.
Sembari menunggu dapat pekerjaan yang tetap, ungkapnya, terpaksa apa saja yang bisa saya kerjakan, ya saya kerjakan, demi menangung beban hidup keluarga saya.
“Ternyata rengkam sangat berharga dan diekspor. Dulunya, saya melihat warga saya bekerja dengan santai nya mengambil dan menjemur hasil rengkam ini. Setelah melihat, saya tergiur hati untuk bekerja dan mengambil rumput liar,” ucapnya.
Sejak saat itu, terang Swandi, sambil menunggu pekerjaan yang tetap akhirnya memutuskan beralih bekerja pengumpul rengkam, dan bersama warganya saat ini masih bekerja mengambil hasil laut tersebut.
“Dari rengkam, Alhamdulillah kami bisa makan dan juga sekolahkan anak. Sekarang nyari ikan cuma jadi sambilan, tentu ini anugerah yang patut kita syukuri, rumput laut liar tumbuh subur sudah bisa dipanen,” pungkasnya.(tbn)
