Para Pelajar SD Tetap Semangat Ikuti Ujian ANBK
LINGGA (HK) – Setelah viral sejumlah pelajar dan guru, sekolah dasar negri (SDN), Desa Mentude, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri, tetap semangat mengikuti ujian di tengah hutan.
Hal tersebut karena dilingkungan sekolah mereka tidak memiliki akses jaringan internet. Sehingga terkuak fakta bahwa, perjuangan para guru terus berupaya agar anak anak didik mereka tetap bisa mengikuti Ujian ANBK. Meskipun diterpa hujan lebat, Rabu (26/10).
Saat di konfirmasi kepada Kepala Sekolah SDN Desa Mentude, Haini mengatakan, ujian yang di maksud adalah ujian Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Karena ujian itu merupakan kewajiban bagi siswa untuk mengikutinya.
“Namun, karena keterbatasan jaringan internet, akhirnya para guru pun berinisiatif untuk melakukan ujian di tengah hutan, yang berjarak 20 menit dari Desa Mentude ke Pulau Pulun dengan menggunakan kapal pompong,” ungkap Haini.
Diterangkannya, Desa Mentude ini tidak memiliki jaringan internet, lagi pula antara Desa Mentude dan Pulau Pulun tidak terdapat akses darat. “Jadi kami harus melewati akses laut untuk menyebrang ke lokasi yang memiliki jaringan internet. Dan lokasi itu di hutan tapi dekat dengan laut,” kata Kepala Sekolah SDN Mentude.
Dijelaskan Haini, adapun jumlah siswa yang mengikuti ujian tersebut berjumlah 20 orang, siswa-siswi dari kelas 5, dan 2 orang siswanya lagi, berasal dari SDN 16 Pulau Pulun.
Yang jelas, ungkap Haini, ujian di hutan seperti ini baru perdana kami lakukan. Lantaran, sebelumnya dilakukan di Daik Lingga.
“Pompong yang digunakan itu milik masyarakat, yang kami sewa selama 2 hari, guna mengikuti
ujian Asesmen Nasional Berbasis Komputer. Ini baru perdana kami lakukan, kalau dulu kami ke daik setiap mau ujian,” ujarnya.
Sementara itu, ia pun berharap terkait masalah jaringan di Desa Mentude segera mendapatkan jawaban dari instansi terkait. Karena, Haini menyadari keterbatasan desa nya, seperti yang terlihat hari ini. Sehingga, hal ini merupakan penghambatan bagi generasi penerus bangsa.
“Saya berharap, masalah jaringan internet ini sudah ditangani oleh desa. Untuk itu, saye hanya minta agar segera terealisasi. Karena, saye tidak bolehkan terlalu jauh mencampuri urusan desa,” pungkasnya.(tbn)




