KARIMUN (HK) – Arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah di Kabupaten Karimun mengalami lonjakan signifikan. Sejak H-6 hingga H-2 Lebaran, jumlah penumpang dan kendaraan meningkat drastis hingga mencapai 75 persen dibanding hari biasa.
Pantauan di sejumlah pelabuhan utama, seperti Pelabuhan Sri Tanjung Gelam, Pelabuhan Kargo dan Roro Parit Rempak, serta Pelabuhan Domestik Karimun, menunjukkan kepadatan yang terus meningkat dalam beberapa hari terakhir.
Lonjakan mulai terasa sejak pertengahan Februari. Jika pada hari normal hanya terdapat sekitar 50–60 kendaraan roda dua, kini jumlahnya meningkat hingga 100 unit per hari, bahkan menyentuh batas maksimal kapasitas angkut kapal.
Staf BUP, Fadhilah, menyebutkan bahwa peningkatan signifikan terjadi pada rute yang dilayani KMP Kundur dengan lintasan Dabo–Tanjungpinang–Karimun. Pada puncaknya, puluhan kendaraan dilaporkan tidak terangkut akibat keterbatasan kapasitas.
“Mulai H-6 Lebaran terjadi peningkatan tajam. Dari biasanya 50–60 kendaraan menjadi 100 kendaraan. Bahkan banyak kendaraan yang tidak terbawa karena kapasitas kapal terbatas dan untuk menghindari overload,” ujarnya.
Memasuki pertengahan pekan, jumlah kendaraan mulai berangsur menurun kembali ke angka normal.
Mengantisipasi lonjakan tersebut, Bupati Karimun Iskandarsyah bersama jajaran melakukan peninjauan langsung ke sejumlah fasilitas pelabuhan.
Pengecekan dilakukan di Pelabuhan Sri Tanjung Gelam, meliputi area parkir, ruang tunggu penumpang, pos pengamanan, hingga kelayakan armada kapal.
“Seluruh armada dan kelengkapan teknis diverifikasi untuk memastikan standar keselamatan dan kenyamanan bagi masyarakat terpenuhi,” kata Iskandarsyah.
Sementara itu, Kapolres Karimun Yunita Stevani menegaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah guna menjaga keamanan selama arus mudik.
“Kami terus bersinergi dengan Pemda untuk memastikan masyarakat dapat mudik dengan aman dan nyaman,” ujarnya. (mohd)
