NATUNA (HK) – Pengurus Masjid Agung Natuna menyampaikan peringatan kepada seluruh jamaah agar berhati-hati melangkahkan kaki di dalam Ruang Utama Masjid.
Menurut pantauan tim koran ini Kamis 6 Juni 2023, peringatan ini disampaikan pengurus masjid melalui papan peringatan berbentuk segitiga kaki dan dipasang berpencar karena beberapa bagian lantai masjid licin.
Papan peringatan tersebut berwarna dasar kuning dengan tulisan warna merah dilengkapi dengan gambar orang terpeleset yang berada ditengah lambang segitiga.
“Awas Lantai Licin,”begitu bunyi peringatan yang ditulis dengan warna merah itu.
Menanggapi adanya peringatan ini, Anggota DPRD Natuna, H. Pang Ali menegaskan, Masjid yang megah itu licin karena ada air yang membasahi lantainya.
“Ini berarti masjidnya bocor,” tegas Anggota DPRD dari Fraksi PPP itu di Masjid Agung Natuna saat hendak menyambut kedatangan Jamaah Haji.
Ia kemudian menyebutkan, anggaran pemeliharaan untuk Masjid Agung Natuna selalu ada tertera di APBD Kabupaten Natuna setiap tahun.
“Dulu tahun 2022 anggarannya 25 miliar. Tapi tahun ini saya belum tahu karena saya bukan anggota Banggar. Coba tanya mereka,” imbuh pria yang hari-hari bertugas sebagai Anggota Komisi I DPRD Natuna itu.
Junaidi, Anggota DPRD Natuna lainnya juga menegaskan, kerusakan berupa kebocoran yang ada di Masjid Agung Natuna itu harus segera diperbaiki.
Menurutnya, tindakan pemeliharaan masjid itu memiliki nilai urgensi yang tinggi karena masjid tersebut merupakan ikon dan pusat kegiatan umat Islam di Natuna.
“Harus segera diperbaiki jelang Agustus ini. Ini udah mau mausk musim hujan dan kita akan segera merayakan hari kemerdekaan. Malu kita kalau masjid ini bocor,” tandasnya.
Ia menyarankan kepada pemerintah agar dana APBD yang dialokasikan untuk desa-desa dapat dialihkan untuk biaya pemeliharaan Masjid Agung.
“Karena desa kan sudah anggarannya sendiri. Jadi kalau APBD yang masuk desa dapat dialihkan ke sini (Masjid Agung), itu saya rasa cukup membantu. Hal-hal seperti ini dapat dilakukan oleh pemerintah,” tutupnya. (fat).
