BATAM (HK) – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam, Zulkarnain Umar mengatakan, kuota haji pada tahun 2023 untuk Kota Batam sebanyak 600 jamaah.
Untuk tahun 2023 ini pemberangkatan haji akan kembali normal seperti sebelum pandemi Covid-19. Kuota untuk tahun ini lebih banyak dari tahun 2022 lalu.
“Kami akan memberangkatkan sekitar 600 jamaah, kemarin (haji 2022) kami hanya dapat 50 persen sekitar 300 jamaah,” kata Zulkarnain, Selasa (10/1/2023).
Selain pengembalian kuota haji, pembatasan usia bagi calon jamaah haji juga ditiadakan. “Tahun 2022 kemarin ada pembatasan usianya 65 tahun. Alhamdulillah untuk tahun ini tidak ada. Mungkin hanya pembatasan kesehatan saja,” ujar Zulkarnain.
Lebih lanjut ia mengatakan terkait mekanisme keberangkatan serta pelaksanaan manasik haji pihaknya masih menunggu instruksi lanjutan dari Dirjen Haji.
Menurutnya dengan pengembalian kuota haji serta ditiadakannya pembatasan usia merupakan suatu peningkatan yang baik buat jamaah.
“Saat ini kita tunggu info lanjutan dari Kemenag khususnya Dirjen Haji berapa jamaah yang berangkat dan bagaimana formulasi untuk manasik haji persiapan jamaah lainnya,” tuturnya.
Disebutkannya, pihaknya juga bekerja sama dengan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam untuk mengkoordinasi pembuatan paspor calon jamaah haji.
“Biasanya imigrasi berikan kemudahan kepada jamaah dengan membuka konter di kantor Kemenag, jadi khusus urusan paspor jamaah haji tidak bergabung dengan yang umum di imigrasi ini dia fasilitasnya,” ujarnya.
Sebelumnya, Pemerintah Indonesia mendapat kuota memberangkatkan 221 ribu orang tanpa batasan usia untuk menunaikan ibadah haji di Tanah Suci Mekkah pada 2023.
Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas dan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F Al Rabiah menandatangani kesepakatan mengenai kuota haji Indonesia tahun 1444 Hijriah/2023 Masehi di Kota Jeddah, Arab Saudi.
“Alhamdulillah, misi haji 2023 dimulai. Saya hari ini menandatangani kesepakatan haji dengan Menteri Haji Saudi. Kuota haji Indonesia tahun ini sebesar 221.000,” kata Yaqut sebagaimana dikutip dalam siaran pers kementerian di Jakarta, Minggu (8/1)
“Kuota itu terdiri atas 203.320 jamaah haji reguler dan 17.680 jamaah haji khusus. Adapun untuk petugas, tahun ini kita mendapat 4.200 kuota,” katanya.
sumber: Antara
