- Rumor Garuda Indonesia Hengkang dari Bandara RHF, Lis Atur Strategi
- 99,01 Persen Warga Bintan Ter-cover BPJS Kesehatan, Roby Terima UHC Awards untuk Kedua Kali
- Buka Musrenbang Binut dan SKL, Roby Tekankan Inovasi Kebijakan di Tengah Tantangan Efesiensi Anggaran
- Perkuat Ketahanan Pangan, Roby Panen Perdana Padi Gogo Bersama Petani Maju Jaya
- Polresta Tanjungpinang Laksanakan Latpraops Keselamatan Seligi 2026, Upaya Tekan Angka Kecelakaan
- Yunus Muda Dilantik Jadi Wakil Ketua III DPRD Batam
- Strategis di Jalur Pelayaran Dunia, KEK Tanjung Sauh Diyakini Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Nasional di Atas 8 Persen
- Waspada, Nama Dandim 0315/Tanjungpinang Dicatut untuk Aksi Penipuan
BINTAN (HK) – Presiden RI, Ir Joko Widodo, bersama sejumlah menteri kabinet sudah melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong, dengan sejumlah delegasinya, Selasa (25/1), di kawasan wisata Lagoi.
Dari pertemuan pemimpin kedua negara tersebut, menyepakati sejumlah kerjasama antar kedua negara, sebagaimana yang direncanakan, yang disampaikan Presiden RI Jokowi dalam keterangan persnya dengan disiarkan langsung di kanal youtube Sekretariat Presiden, beberapa kerjasama kedua negara.
Baca juga: Jokowi Bertemu PM Singapura di Bintan
Jokowi menyampaikan, pertemuan ini membahas upaya penguatan kerjasama bilateral dalam berbagai bidang, terutamanya di bidang ekonomi, dan saling tukar pandangan mengenai berbagai isu di kawasan.
Pertama, penguatan kerja sama di bidang pemulihan ekonomi, Jokowi menyampaikan Singapura merupakan investor terbesar di Indonesia.
“Sejak Januari hingga September 2021 total investasi mencapai US$ 7,3 miliar,” sebut Jokowi.
Pertemuan retreat itu, mencatat adanya investasi baru senilai US$ 9,2 miliar bagian usaha, antara lain di bidang energi terbarukan di sekitar Batam, Pulau Sumba, dan Manggarai Barat, NTT, serta pembangunan hak logistik di Pelabuhan Tanjung Priok.
