KARIMUN (HK)– Kekesalan warga Kelurahan Baran, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun tampaknya sudah mencapai puncaknya.Kamis 21 Mei 2026.

Masalah klasik penumpukan sampah yang tak kunjung diangkut oleh pihak bertanggung jawab kini memicu protes keras dari masyarakat setempat.

Sudah sepekan lamanya, tumpukan sampah di salah satu sudut pemukiman warga Baran dibiarkan telantar hingga mulai mengeluarkan aroma tak sedap.

Ironisnya, kondisi ini terjadi di tengah kewajiban warga yang selalu taat membayar uang iuran kebersihan setiap bulannya.

Sudah Seminggu Tak Diangkut, Sampah Kian Menggunung

Salah seorang warga Baran dengan tegas menyampaikan keluhannya.

Menurutnya, pembiaran ini membuat area tersebut kini beralih fungsi menjadi tempat pembuangan sampah dadakan bagi orang luar, lantaran melihat sampah yang ada tidak kunjung dibersihkan.

“Sampah di sini sudah seminggu tak juga diangkat, jadi orang lain ikut-ikutan buang sampah di sini. Padahal kita bayar uang kebersihan tiap bulan dipungut. Mengapa tak mau dibawa? Lama-lama macam gununglah tempat ini!” keluh warga dengan nada kesal melalui sebuah unggahan yang mulai viral di media sosial.

Warga merasa hak mereka sebagai pembayar iuran rutin telah diabaikan.

Pasalnya, penumpukan sampah dalam waktu lama tidak hanya merusak estetika lingkungan Karimun yang dikenal bersih, tetapi juga berpotensi menjadi sarang penyakit dan mengganggu kesehatan warga sekitar.

Beri Ultimatum, Siap Viralkan Tanpa Inisial
Tak main-main, warga kini memberikan batas waktu (ultimatum) kepada pihak pengelola kebersihan atau dinas terkait untuk segera mengosongkan lokasi tersebut.

Jika dalam waktu dekat belum ada tindakan nyata, warga mengancam akan membawa persoalan ini ke ranah pemberitaan publik secara gamblang.

“Kalau tak diangkat, saya kasih waktu besok. Kalau juga tak diangkat, kita naikkan di berita. Maaf lah kalau saya senggol.

Prinsip saya, kalau bercakap pedas dan langsung, saya sebut tanpa pakai inisial!” tegasnya.

Bagi masyarakat, langkah ekstrem seperti memviralkannya ke media sosial maupun media massa terpaksa diambil sebagai jalan terakhir.

Pengalaman selama ini menunjukkan bahwa aduan biasa sering kali lambat direspons, sementara aksi ‘viral’ justru lebih cepat membuahkan hasil.

“Mengapa diviralkan hal sepele begini? Satu jawaban saya: tak viral, tak ada tindakan dari pihak yang bertanggung jawab! Itu saja,” tambahnya menutup pernyataan.

Butuh Respon Cepat Pihak Bertanggung Jawab

Kondisi di lapangan saat ini membutuhkan respons cepat dari pihak kebersihan setempat sebelum area tersebut benar-benar berubah menjadi tempat pembuangan sampah liar yang permanen.

Warga Baran berharap pihak-pihak yang memungut iuran bulanan bisa bekerja profesional dan bertanggung jawab penuh atas kebersihan lingkungan, sesuai dengan hak yang telah dibayarkan oleh masyarakat. Hingga berita ini diturunkan, tumpukan sampah masih terlihat membumbung tinggi dan menunggu dievakuasi.(mohd)

Share.

Alamat Kantor :  Bengkong   Garama,   Kel. Tanjung Buntung,   Kec. Bengkong, Kota Batam,   Provinsi Kepulauan Riau 29432

Nomor Kontak :  0813-7419-3939 / 082172547747

Exit mobile version