KARIMUN (HK) — Investor energi terbarukan asal China dan Singapura menjajaki pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas hingga 2 gigawatt (GW) di Pulau Belat, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. Proyek strategis ini diperkirakan membutuhkan lahan sekitar 3.000 hektare dengan nilai investasi mencapai USD 1,8 miliar.
Peninjauan lokasi dilakukan oleh Chairman Gotion High-Tech Co., Ltd., Li Zhen, bersama tim ahli, serta Chairman Oriens Asset Management Pte. Ltd., Terence Ong. Kunjungan tersebut didampingi Bupati Karimun Iskandarsyah dan dihadiri unsur pemerintah kecamatan, kepala desa setempat, serta anggota DPRD Kabupaten Karimun, Arbain (Fraksi Demokrat) dan Efrizal (Fraksi Gerindra).
Gotion High-Tech dikenal sebagai produsen baterai terbesar kelima di dunia dan saat ini memperluas portofolio bisnisnya ke sektor energi terbarukan melalui integrasi PLTS dengan sistem penyimpanan energi berbasis baterai (battery energy storage system/BESS).
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) antara Oriens Asset Management dan Pemerintah Kabupaten Karimun yang ditandatangani pada 8 Januari 2026.
Dalam tahap awal implementasi, Oriens menunjuk mitra lokal PT Pembangunan Sugi Sejahtera untuk melakukan pendataan dan pengukuran lahan. Kegiatan tersebut dipimpin Direktur perusahaan, Sulaiman, dan saat ini masih berlangsung.
Pemilihan Pulau Belat sebagai lokasi investasi turut mempertimbangkan masukan Ismeth Abdullah, anggota DPD RI perwakilan Kepulauan Riau sekaligus mantan Ketua Otorita Batam dan Gubernur pertama Kepulauan Riau.
Dia memberikan pandangan strategis mengenai potensi Kepulauan Riau sebagai kawasan pengembangan energi surya berskala besar.
Bupati Karimun Iskandarsyah menegaskan bahwa rencana investasi tersebut sejalan dengan kebijakan daerah dalam memperkuat infrastruktur energi dan mendorong pemerataan pembangunan di wilayah kepulauan.
“Rencana investasi ini sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam mendorong pemerataan pembangunan dan penguatan infrastruktur energi di wilayah Karimun,” ujarnya.
Ia menambahkan, proyek yang diproyeksikan berlangsung selama tiga hingga lima tahun tersebut berpotensi membuka 2.000 hingga 3.000 lapangan kerja, terutama pada fase konstruksi.
Pemerintah daerah juga menyiapkan program pelatihan melalui Balai Latihan Kerja (BLK) untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal.
Sementara itu, Li Zhen menyatakan Pulau Belat memiliki nilai strategis dalam pengembangan energi surya terintegrasi.
“Kami melihat wilayah ini memiliki potensi yang sangat baik untuk mendukung transisi energi bersih di kawasan. Integrasi teknologi penyimpanan energi berbasis baterai akan menjadi kunci untuk menjaga stabilitas pasokan listrik,” kata Li Zhen.
Proyek PLTS ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi daerah, menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Karimun, serta mendukung target nasional pengembangan energi terbarukan dan kerja sama energi hijau Indonesia–Singapura. (r/dam)
