BINTAN TANJUNGPINANG

HMI Soroti Kondisi Tanjungpinang – Bintan Gelap Gulita Akibat Blackout Listrik Malam Hari, Arus Lalu Lintas Semrawut Tanpa Polisi dan Dinas Terkait

Foto Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tanjungpinang-Bintan saat menyampaikan orasi salah satu aksi mahasiswa. Kondisi kemacetan arus lalu lintas

TANJUNGPINANG (HK) –Blackout di Tanjungpinang dan Bintan tak hanya bikin gerah karena AC mati dan HP lowbat. Di jalan raya, situasinya jauh lebih mencekam.

Bayangkan: malam gelap gulita, lampu lalu lintas di persimpangan padam total, kendaraan dari empat arah berebut melintas tanpa panduan. Klakson bersahutan, arus menumpuk, risiko tabrakan di depan mata.

Pertamina Patra Niaga Kembali Salurkan Bantuan Masyarakat Terdampak Bencana Banjir Bandang di Kota Padang

Ironisnya, di tengah kondisi rawan itu, tidak terlihat petugas kepolisian maupun Dinas Perhubungan yang mengatur lalu lintas.

Kondisi inilah yang disoroti keras oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tanjungpinang-Bintan.

Ketua Umum HMI Tanjungpinang-Bintan, Ilham Bani Arrasyid, meminta aparat tidak tinggal diam.

“Ketika lampu lalu lintas mati dalam kondisi jalan gelap, risiko kecelakaan meningkat drastis karena pengendara kehilangan panduan untuk melintas dengan aman,” tegas Ilham, Selasa (13/10/2026) malam.

Menurut Ilham, pemadaman dalam dua hari terakhir di Tanjungpinang-Bintan sudah sangat mengganggu, dan dampaknya tidak bisa dianggap remeh hanya sebagai urusan PLN.

Lis dan Pimpinan DPRD Setujui Ranperda Cadangan Pangan Daerah

“Kami meminta kepolisian maupun petugas dinas perhubungan terkait hadir dan melakukan pengaturan lalu lintas di persimpangan yang terdampak, terutama pada malam hari,” ujarnya.

HMI menilai penanganan blackout tidak cukup hanya menunggu listrik menyala kembali. Keselamatan di jalan harus jadi prioritas kedua yang sama pentingnya.

“Tanpa pengaturan yang memadai, persimpangan berpotensi semrawut, meningkatkan risiko tabrakan, dan membahayakan pengendara maupun pejalan kaki,” ungkapnya.

HMI pun mendesak langkah konkret: Polisi harus berkoordinasi dengan PLN dan Dishub untuk memetakan titik-titik persimpangan padat yang lampunya padam, menempatkan petugas sesuai kebutuhan, dan memastikan penanganan cepat.

“Jangan sampai masyarakat harus menghadapi dua persoalan sekaligus: pemadaman listrik dan ancaman keselamatan di jalan. Kami berharap aparat tidak menunggu sampai terjadi kecelakaan untuk turun melakukan pengaturan. Keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas,” tutup Ilham.

Konferensi Internasional IMSIC ke-3 Segera Digelar, Soroti Peran Kajian Islam dan Kemelayuan dalam Pembangunan Berkelanjutan

Hingga malam ini, kemacetan dan kegelapan masih menyelimuti sejumlah ruas jalan utama di Tanjungpinang, ibukota Provinsi Kepulauan Riau.(nel)

.