Manajemen Sebut ada Dugaan Kelalaian Pekerja

 

BATAM (HK) – Puncak gedung pencakar langit, Pollux Habibie, di Kota Batam terbakar, Rabu, (12/10) malam. Menara ini merupakan gedung paling tinggi di Batam. Kebakaran mengundang perhatian warga yang melintas di jalan sekitar komplek gedung.

Awalnya api terlihat menyembur dari puncak kiri menara nomor empat. Kemudian, api menjalar kebagian kanan. Api diperkirakan mulai membesar pukul 21.45 WIB. “Saya sedang di toilet, tiba-tiba ibu-ibu teriak kebakaran,” kata Vikki salah seorang petugas keamanan, saat ditemui di lokasi kebakaran.

Ia melanjutkan, tidak ada penghuni di menara tersebut. “Itu setahu saya belum beroperasi,” katanya. Seorang penghuni, Joy, mengatakan saat kebakaran terjadi, lampu setiap menara dimatikan untuk sementara.

“Setelah kebakaran saya langsung keluar,” kata Joy. Ia merupakan penghuni di menara satu, sedangkan kebakaran terjadi di menara empat.

Saat kejadian, petugas masih berjibaku menaikan selang air untuk sampai ke puncak menara. Sedangkan api terlihat mulai padam, asap hitam masih mengepul celah-celah gedung. Termasuk, mulai menjalar ke bagian bawah gedung.

Dikutip dari halaman resmi Pollux. Pollux Meisterstadt terletak di Jalan A. Yani, Batam Center, Batam, Kepulauan Riau, Indonesia yang merupakan kerja sama antara PT Pollux Properti Indonesia Tbk. dan keluarga besar Presiden RI ke-3 Prof. Dr. Ing. BJ Habibie mengembangkan mega superblok Pollux Meisterstadt di atas lahan seluas 9 hektare.

Proyek multifungsi ini akan dibagi menjadi empat tahap yang meliputi sebelas gedung pencakar langit. Gedung itu memiliki delapan tower apartemen sebanyak 6.500 unit, satu hotel, satu rumah sakit internasional, mal, pertokoan, dan satu perkantoran dengan rencana ketinggian 100 lantai.

Untuk tahap pertama, akan dikembangkan empat tower apartemen dengan total 2.590 unit, mall 2 lantai, dan 113 unit ruko dengan total Semi Gross Floor Area (SGFA) sekitar 149.387,86m2.

Sementara itu, Deputi General Manager Apartemen Pollux Habibie Batam, Baskoro menyebut jika kebakaran terjadi akibat arus pendek listrik di rooftop tower, dugaan sementara akibat korsleting listrik.

Selain itu, ada juga dugaan kelalaian pekerja yang tidak melakukan pengecekan akhir sebelum meninggalkan area tower apartemen.

“Kita menduga korsleting listrik di bagian rooftop tower. Ada hubungannya juga dengan kelalaian dari pekerja yang mungkin saja lupa memeriksa keamanan kelistrikan di bagian atas, karena tower yang terbakar itu masih dalam proses pengerjaan,” kata Baskoro, Kamis (13/10) .

Semula api yang awalnya terlihat di lantai 50, kemudian berlanjut hingga ke lantai 18 yang difungsikan sebagai ruang evakuasi atau ruang tunggu. “Iya, masih kosong. Tower itu belum ada penghuninya,” kata dia.

Pihaknya belum mengetahui jumlah kerugian dari peristiwa tersebut. Akan tetapi ia menegaskan bahwa tidak ada korban dalam peristiwa itu. “Untuk kerugian belum dapat kita sebutkan. Kita masih menunggu hasil penyelidikan dari pihak berwajib,” ujarnya. (temp/btn)

Share.

Alamat Kantor :  Bengkong   Garama,   Kel. Tanjung Buntung,   Kec. Bengkong, Kota Batam,   Provinsi Kepulauan Riau 29432

Nomor Kontak :  0813-7419-3939 / 082172547747

Exit mobile version