BINTAN (HK) – Transformasi keilmuan dan penguatan integritas akademik menjadi isu strategis dalam pengembangan pendidikan tinggi Islam di Indonesia. Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi Program Doktor (S3) Studi Islam Universitas Islam Darul Ulum (UNISDA) Lamongan yang disampaikan oleh Prof. Dr. H. Babun Suharto, SE., MM, pada Selasa (10/02), bertempat di Ruang Rapat Gedung SBSN Perkuliahan Terpadu STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau (Kepri).
Dalam pemaparannya, Prof. Babun Suharto menegaskan bahwa transformasi keilmuan menuntut perubahan paradigma pendidikan, dari pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada hafalan menuju pendekatan yang menekankan pemecahan masalah, berpikir kritis, serta kolaborasi multidisipliner. Menurutnya, perguruan tinggi Islam harus mampu beradaptasi dengan dinamika zaman tanpa kehilangan jati diri keilmuan dan nilai-nilai akademik.
“Pendidikan tinggi hari ini tidak cukup hanya mentransfer pengetahuan, tetapi harus mampu membentuk cara berpikir kritis, analitis, dan solutif. Inilah esensi dari transformasi keilmuan yang harus kita dorong bersama,” ujar Prof. Babun.
Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya pengembangan talenta, khususnya di bidang sains dan teknologi, yang unggul, kreatif, dan inovatif. Pengembangan talenta tersebut dinilai menjadi kunci dalam menciptakan solusi atas berbagai persoalan publik sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari sivitas akademika STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau. Ketua STAIN Kepri Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag dalam pernyataannya menyampaikan harapan besar agar para dosen dapat memanfaatkan momentum ini sebagai dorongan untuk meningkatkan kapasitas akademik dan kualitas riset.
“Kami berharap para dosen STAIN Kepri terus mengembangkan keilmuan, memperkuat integritas akademik, serta berani mengambil peran strategis dalam pengembangan riset dan publikasi ilmiah. Program S3 ini menjadi peluang besar untuk melahirkan akademisi yang unggul dan berdaya saing,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa transformasi keilmuan harus sejalan dengan komitmen menjaga etika, kejujuran, dan integritas dalam seluruh proses akademik, sebagai fondasi utama dalam membangun perguruan tinggi yang bermutu dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan terjalin sinergi yang kuat antara STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau dan Universitas Islam Darul Ulum Lamongan dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang pendidikan tinggi Islam yang transformatif dan berintegritas. (r/eza)

