BERITA TERKINI EKONOMI TANJUNGPINANG

Dishub Tanjungpinang Tata Ulang Trayek Angkot

Mobil angkot parkir di kawasan jalan Merdeka Tanjungpinang
Mobil angkot parkir di kawasan jalan Merdeka Tanjungpinang

TANJUNGPINANG (HK) – Pergeseran aktivitas warga dari kawasan kota lama ke sejumlah wilayah baru di Tanjungpinang membuat sebagian layanan angkutan kota belum sepenuhnya mengikuti pola perjalanan masyarakat. Dinas Perhubungan (Dishub) mulai menata ulang jaringan trayek untuk menyesuaikan kondisi tersebut.

Sejumlah kawasan seperti Bintan Center hingga Kilometer 11 sampai Kilometer 15 kini berkembang menjadi pusat aktivitas warga. Kondisi ini membuat sebagian rute angkutan kota yang ada belum sepenuhnya terhubung dengan titik-titik tersebut.

Kepala Bidang Angkutan Jalan Habibi mengatakan, perkembangan kawasan kota perlu diimbangi dengan layanan transportasi yang mampu menjangkau pusat-pusat aktivitas baru masyarakat.

“Tentu harus ada jaringan angkutan yang menghubungkan ke sana,” ujarnya, Rabu (20/5).

Untuk itu kata dia, Dishub mulai menyusun Rencana Umum Jaringan Transportasi Trayek Perkotaan (RUJTTP) yang diawali dengan pendataan angkutan kota yang masih beroperasi, baik dari sisi pelayanan maupun jumlah armada di lapangan.

Pelarian Oknum Guru Dugaan Kasus Cabul di Tanjungpinang Berakhir Usai Diciduk Polisi di Riau

“Pertama kita mendata kondisi existing angkutan kota yang ada terkait pelayanan dan armada yang benar-benar masih beroperasi di Tanjungpinang,” tambahnya.

Menurutnya, penataan ini dilakukan agar layanan angkutan umum bisa lebih mudah menjangkau kawasan permukiman, pusat pendidikan, hingga lokasi aktivitas masyarakat yang terus berkembang.

Selain itu, Dishub juga mulai menghubungkan layanan angkutan umum dengan kebutuhan transportasi pelajar. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi penggunaan sepeda motor oleh pelajar sekaligus menekan risiko kecelakaan lalu lintas.

“Sekarang kita berupaya mengoneksikan angkutan umum dengan layanan transportasi pelajar,” ujarnya.

Dishub juga telah mengoperasikan trayek Bus Rapid Transit (BRT) rute Terminal Senggarang–Terminal Dompak untuk mendukung mobilitas masyarakat dan mahasiswa di kawasan Dompak.

Staycation 24 Jam di ARTOTEL Batam, Bonus F&B Rp200 Ribu dan Minibar Gratis

Saat ini, berdasarkan pendataan sementara bersama asosiasi angkutan kota, terdapat sekitar 30 unit angkot yang masih aktif beroperasi di Tanjungpinang.

Dengan penataan ini, layanan angkutan umum diharapkan dapat kembali menjangkau kebutuhan warga, terutama di kawasan permukiman baru yang terus berkembang.

“Kami tidak ingin angkot mati suri, karena itu akan kita tata bersama para pengelola agar ada solusi yang sama-sama baik,” pungkas Habibi. (eza)