Dalam kebingungan tersebut, ujarnya, saya bertemu seorang pria berinisial Hm (ternyata calo) dan menawarkan, kalau tetap ingin berangkat dengan Kapal Roro, harus membayar Rp2,5 juta.
“Karena mahal sekali, saya tidak menanggapi, dan kemudian dia berlalu,” ungkapnya.
“Tak lama berselang. Datang petugas Syahbandar (Rt), dan memerintahkan saya untuk naikkan mobil ke atas kapal. Kemudian Rt pergi untuk mengambilkan tiket saya, katanya,” jelas Skb.
Setelah mobil naik ke kapal, sebut Skb, lalu datang calo Hm untuk meminta ongkos Rp2,5 juta, tanpa bisa saya tolak dan tawar lagi, karena mobil sudah terlanjur naik ke kapal.
Baca juga: Keberangkatan Kapal di Pelabuhan Batam Centre Hanya Sekali Sehari
“Setelah mobil naik ke kapal, datang calo Hm untuk meminta ongkos Rp2,5 juta, tanpa bisa saya tolak dan tawar lagi. Sehingga, terpaksa saya bayar sesuai yang dia minta, sebab mobil sudah terlanjur naik ke kapal,” ungkapnya, sambil menunggu tiket yang belum diberikan.
Namun, kata Skb, dari kejauhan saya melihat calo Hm menemui petugas Syahbandar Rt tersebut dan setelah itu, tampak mereka masuk ke dalam Gedung ASDP tersebut.
“Dari kejauhan, saya melihat calo Hm menemui petugas Syahbandar Rt, dan setelah itu tampak mereka masuk kedalam Gedung ASDP. Setengah jam kemudian, kapal Roro bergerak dan berangkat. Namun, tiket Kapal ASDP yang saya bayarkan itu hingga tiba di Pekanbaru tidak saya terima. Entah ke mana rimbanya. Untung dalam penyeberangan itu tidak terjadi suatu kendala apapun. Sebab, saya tidak mendapatkan tiket dan asuransi keselamatan,” sebut Skb, pasrah.
