BATAM (HK) — Lahan pekarangan yang selama ini kerap dipandang sebagai ruang kosong di sekitar rumah, mulai disulap menjadi sumber pangan sekaligus peluang menambah pendapatan keluarga.
Upaya tersebut dilakukan Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) STIE Galileo melalui program pemberdayaan ibu rumah tangga di Perumahan Taman Lestari RW 014 Kel. Kibing Kec. Batu Aji Kota Batam.
Program bertajuk “Pemberdayaan Transformasi Pekarangan Menjadi Pertanian Berkelanjutan melalui Edukasi Literasi Keuangan untuk Menghadapi Tekanan Inflasi dan Memperkuat Ketahanan Pangan pada Ibu Rumah Tangga ‘Taman Lestari’ di Kota Batam” ini merupakan bagian dari PKM Kompetitif Nasional yang didukung oleh Kementerian.
Tim PKM STIE Galileo diketuai Puspita Rama Nopiana, S.E., Ak., M.M., CA., C.Ftax dari bidang Akuntansi. Ia didampingi Vincentius Ade Arianto Ciptouputra, S.E., M.M. dari bidang Manajemen dan Asih Purwana Sari, S.E., M.Si., MAPPI (Cert.) dari bidang Akuntansi.

Program tersebut turut melibatkan mahasiswa Santrianti Bako dari Program Studi Akuntansi dan Arienta Waoma dari Manajemen, serta bekerja sama dengan tim eksternal lapangan yang memiliki kompetensi di bidang pertanian.
Kegiatan dilaksanakan secara bertahap melalui delapan kali kunjungan. Pendampingan tidak hanya berfokus pada keterampilan bercocok tanam, tetapi juga mencakup literasi keuangan, pemasaran hasil panen, serta pengelolaan ekonomi rumah tangga.
Ketua Tim PKM, Puspita Rama Nopiana, mengatakan pemanfaatan pekarangan memiliki potensi besar untuk membantu keluarga menghadapi tekanan ekonomi, termasuk kenaikan harga kebutuhan pangan.
“Pekarangan tidak harus menjadi lahan yang tidak produktif. Dengan pengetahuan budidaya yang tepat, hasilnya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga dan dikembangkan menjadi sumber pendapatan tambahan,” ujarnya.

Mulai dari Cabai, Kangkung hingga Kemangi
Program diawali dengan survei pada 22 Februari 2026. Tim mengidentifikasi kondisi pekarangan, kebutuhan kelompok sasaran, serta potensi pengembangan pertanian berkelanjutan.
Dari hasil pemetaan tersebut, tanaman cabai, kangkung dan kemangi dipilih sebagai tanaman percontohan yang dinilai sesuai untuk dikembangkan di lingkungan pekarangan warga.
Kegiatan berlanjut pada 28 Juni 2026 melalui pembukaan program serta pemberian materi mengenai pengenalan media tanam dan teknik pemupukan. Para peserta juga langsung mempraktikkan teknik dasar pemanfaatan pekarangan.
Pendampingan kemudian dilakukan secara berkala pada 5 dan 19 Juli 2026 untuk memonitor perkembangan tanaman sekaligus memastikan peserta mampu menerapkan teknik budidaya secara mandiri.
Tak berhenti pada urusan tanam-menanam, Tim PKM STIE Galileo juga membekali peserta dengan kemampuan mengelola keuangan dan memanfaatkan hasil produksi pekarangan.
Pada 26 Juli 2026, peserta mendapatkan materi literasi keuangan dan pemasaran hasil panen. Kegiatan tersebut dirangkai dengan praktik panen kemangi dan kangkung yang telah memasuki masa panen.
Peserta diarahkan memahami pentingnya pencatatan keuangan sederhana, membedakan kebutuhan dan keinginan, mengatur pengeluaran rumah tangga, hingga melihat hasil pekarangan sebagai bagian dari potensi ekonomi keluarga.
Pekarangan Sempit Bukan Hambatan
Di lapangan, peserta memanfaatkan berbagai wadah sederhana seperti ember, pot dan barang bekas untuk menanam tanaman pangan.
Cara tersebut menjadi solusi bagi masyarakat perkotaan seperti Batam yang memiliki keterbatasan lahan produktif. Dengan teknik budidaya sederhana, ruang yang sebelumnya tidak termanfaatkan dapat diubah menjadi lahan produksi pangan keluarga.
Monitoring dilakukan secara rutin melalui kunjungan langsung pada 9 dan 16 Agustus 2026. Selanjutnya, evaluasi sekaligus penutupan program dijadwalkan pada 30 Agustus 2026 dengan agenda panen cabai bersama.
Meski program PKM berakhir, para ibu rumah tangga peserta pendampingan berkomitmen untuk terus menjaga dan mengembangkan pekarangan agar tetap produktif.
Program tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan secara terintegrasi. Pertanian pekarangan dipadukan dengan literasi keuangan, pemasaran dan ketahanan pangan sehingga lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat perkotaan.
Melalui program ini, pekarangan diharapkan tidak lagi dipandang sekadar ruang kosong di sekitar rumah. Lebih dari itu, pekarangan dapat menjadi aset keluarga yang mampu menyediakan pangan, membuka peluang pendapatan tambahan dan memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga di tengah tekanan inflasi.
Program PKM Kompetitif Nasional STIE Galileo tersebut program kompetitif nasional yang merupakan amanat resmi dari Kementrian. (r/dam)


