LINGGA (HK) – Warga Desa Kudung, Kecamatan Lingga Timur, mempertanyakan mangkraknya operasional bus sekolah untuk pelajar tingkat SLTP yang sudah berlangsung sekitar empat bulan.

Akibat tidak tersedianya transportasi, banyak siswa terpaksa membolos karena sekolah mereka berada puluhan kilometer dari desa menuju Sungai Pinang, ibu kota Kecamatan Lingga Timur.

Tidak beroperasinya bus bukan disebabkan kerusakan kendaraan, melainkan sopir yang menghentikan tugas karena tidak menerima gaji. Kondisi ini membuat orang tua kesulitan mencari alternatif transportasi bagi anak-anak mereka.

“Selain biaya ojek yang mahal, kami juga khawatir dengan keselamatan anak-anak. Sudah pernah ada kejadian pelajar mengalami kecelakaan saat berkendara sendiri ke sekolah,” ujar Rifani, salah satu warga, Rabu (3/12/2025).

Rifani, yang juga pengurus LSM Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI) Kabupaten Lingga, mengatakan sudah beberapa kali menyampaikan keluhan tersebut kepada pihak kecamatan selaku pengelola bus sekolah. Namun hingga kini belum ada kepastian kapan bus dapat kembali beroperasi normal.

“Sejak empat bulan terakhir, bus hanya beroperasi sekali atau dua kali dalam seminggu. Informasi terakhir yang kami terima, sopir sudah empat bulan tidak menerima gaji sehingga memilih berhenti,” jelasnya.

Ia menyayangkan tidak adanya solusi dari pihak kecamatan. Padahal, keberadaan bus sekolah sangat penting untuk mendukung pendidikan generasi muda.

“Bagaimana daerah kami bisa berkembang kalau kebutuhan pendidikan saja diabaikan?” ujarnya dengan nada kecewa.

Sementara itu, Camat Lingga Timur, Yulizar Resmedi, belum dapat dimintai tanggapan. Nomor teleponnya tidak dapat dihubungi karena dalam keadaan tidak aktif. (tir)

 

Share.

Alamat Kantor :  Bengkong   Garama,   Kel. Tanjung Buntung,   Kec. Bengkong, Kota Batam,   Provinsi Kepulauan Riau 29432

Nomor Kontak :  0813-7419-3939 / 082172547747

Exit mobile version