BATAM (HK) – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Kepulauan Riau melakukan pengawasan sekaligus uji sampling terhadap berbagai jenis pangan takjil yang dijual di sejumlah bazar Ramadhan di Kota Batam, Jumat (6/3/2026).
Kegiatan ini dilakukan menggunakan Mobil Laboratorium Keliling BPOM untuk memastikan makanan dan minuman yang dikonsumsi masyarakat saat berbuka puasa aman, sehat, dan bebas dari bahan berbahaya.
Kepala Balai BPOM Kepulauan Riau di Batam, Ully Mandasari, mengatakan pengawasan takjil merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap bulan Ramadhan.
Petugas BPOM bersama dinas kesehatan daerah turun langsung ke pasar tradisional, pusat jajanan, serta lokasi penjualan takjil yang ramai dikunjungi masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, petugas mengambil sampel dari berbagai jenis makanan yang dijual pedagang, seperti kolak, es buah, gorengan, mie, kue basah, hingga minuman berwarna.
“Sampel tersebut kami uji menggunakan rapid test kit untuk mendeteksi kemungkinan adanya bahan berbahaya seperti boraks, formalin, rhodamin B, dan methanyl yellow,” kata Ully saat ditemui di kawasan Bazar Ramadhan Follux Habibie, Batam Center.
Menurut Ully, pengujian dilakukan secara langsung menggunakan Mobil Laboratorium Keliling dengan waktu pemeriksaan sekitar 12 hingga 20 menit untuk setiap sampel.
Pada kegiatan tersebut, BPOM menguji 25 sampel pangan takjil yang diambil secara acak dari sejumlah pedagang, di antaranya jagung creamy, bolu lapis, mie gomak, jeli berwarna, pastel, gorengan, laksa, udang sambal, dan pempek.
“Alhamdulillah, dari hasil pengujian terhadap 25 sampel tersebut tidak ditemukan adanya bahan berbahaya seperti boraks, formalin, rhodamin B maupun methanyl yellow,” ujarnya.
Ia menyebutkan, kegiatan pengawasan ini telah memasuki hari ke-7 Ramadhan dan menjadi lokasi pemeriksaan ke-7 yang dilakukan BPOM di Batam.
“Pengawasan akan terus kami lakukan secara berkala selama bulan Ramadhan di berbagai daerah sebagai bagian dari komitmen BPOM dalam melindungi kesehatan masyarakat,” tambahnya.
Selain melakukan pengujian, petugas BPOM juga memberikan edukasi kepada para pedagang mengenai pentingnya menjaga kebersihan, menggunakan bahan pangan yang aman, serta tidak menambahkan zat berbahaya dalam makanan.
BPOM juga mengimbau masyarakat agar lebih selektif dalam membeli takjil dengan memperhatikan kebersihan makanan, aroma yang normal, serta tidak memilih makanan dengan warna yang terlalu mencolok.
Sementara itu, Asisten III Pemerintah Kota Batam, Heriman, menyambut positif kegiatan pengawasan yang dilakukan BPOM terhadap jajanan takjil Ramadhan.
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memastikan makanan yang dikonsumsi masyarakat saat berbuka puasa tetap aman.
“Kami dari Pemerintah Kota Batam tentu menyambut baik pengawasan yang dilakukan BPOM. Ini juga menjadi pengingat bagi para pelaku UMKM agar selalu menjaga kebersihan serta menggunakan bahan makanan yang aman,” ujarnya.
Ia berharap para pedagang tetap menjaga kualitas pangan yang dijual sehingga tidak menimbulkan dampak buruk bagi masyarakat.
“Momentum Ramadhan ini membawa berkah bagi masyarakat dan pelaku UMKM. Karena itu, kualitas dan keamanan pangan harus tetap dijaga,” katanya. (nov)
