Pada kenyataanya, desain urban Brasilia menghasilkan efek yang justru menghilangkan ruang-ruang sosial yang merupakan akar budaya rakyat Brasil sebagai bangsa majemuk. Yang muncul ialah ruang-ruang fisik yang megah, tetapi secara sosial hampa karena tidak ada interaksi warga seperti yang biasa terjadi di kota-kota lama Brazil. Brasilia lalu menjadi kota mati bagi kebudayaan, nilai, dan tradisi masyarakat yang semestinya menjadi denyut kehidupan ibu kota. Dia berdiri tidak lebih sebagai kumpulan gedung-gedung pemerintahan yang miskin imajinasi dan fakir kehidupan publik. Akhirnya, Brasilia gagal tumbuh sebagai kota yang berkarisma dan tidak mampu menyaingi daya tarik Rio de Jeneiro sebagai pusat kekuasaan, ekonomi, dan kebudayaan Brasil.

Salah satu alasan pembangunan Brasilia ialah keputusasaan pemimpin Brasil terhadap realitas urban Rio de Jeneiro yang dikelililing favela, perumahan kumuh tempat orang-orang miskin tinggal. Favela yang awalnya lahir sebagai permukiman para budak merupakan manifestasi ketimpangan sosial ekonomi Brasil di era modern. Kubitschek merencanakan Brasilia sebagai kota yang mana kemiskinan dan kekumuhan tidak lagi tampak. Seluruh wilayah perumahan didesain dengan sangat teratur dan rapi yang diperuntukkan bagi pegawai pemerintah federal yang merupakan warga kelas menengah dan terdidik.

1 2 3 4 5 6 7
Share.

Alamat Kantor :  Bengkong   Garama,   Kel. Tanjung Buntung,   Kec. Bengkong, Kota Batam,   Provinsi Kepulauan Riau 29432

Nomor Kontak :  0813-7419-3939 / 082172547747

Exit mobile version