BATAM BERITA TERKINI POLITIK

Aweng Kurniawan Soroti Banjir dan Legalitas Fasum, Warga Rhabayu Estuario Mengadu Saat Reses

Aweng Kurniawan Soroti Banjir dan Legalitas Fasum, Warga Rhabayu Estuario Mengadu Saat Reses

BATAM (HK) – Wakil Ketua 1 DPRD Batam, Aweng Kurniawan menutup Reses masa persidangan II tahun sidang 2026 di Perumahan Rhabayu Estuario, Selasa (7/4/2026) malam.

Reses yang dihadiri langsung Lurah Patam Lestari Redo, Kasi Kesejahteraan Kecamatan Sekupang Tony dan Ketua LPM Patam Lestari serta sejumlah Ketua RW dan RT digelar di Fasum RT 02, RW 017, Kelurahan Patam Lestari, Kecamatan Sekupang, Kota Batam.

Meski di ujung reses, namun diskusi usulan pembangunan di perumahan Rhabayu Estuario ini berlangsung produktif dengan isu utama legalitas fasum dan fasos yang belum diserahkan developer ke warga.

“Landasan utamanya legalitas lahan, kalau belum, tentu kami legislatif belum bisa menganggarkan pembangunan fisik di perumahan ini, karena sudah pasti eksekutifnya menolak Pokir yang diajukan,” ungkap Sekretaris DPC Partai Gerindra Kota Batam ini.

Karenanya, Aweng Kurniawan mengajak perangkat dan warga perumahan dengan pendampingan Camat dan Lurah untuk sama-sama berjuang memastikan adanya penyerahan legalitas fasum fasos ke pihak Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Staycation 24 Jam di ARTOTEL Batam, Bonus F&B Rp200 Ribu dan Minibar Gratis

“Dengan kewenangan saya nanti saya panggil Developernya di RDP, kita akan tanya apa kendalanya. Jangan sampai pembangunan fisik terhambat,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasi Kesejahteraan Kecamatan Sekupang, Tony mengajak masyarakat untuk menggunakan kesempatan Reses ini dengan mengajukan usulan pembangunan yang prioritas.

Ini waktu yang tepat, kedatangan pak Wakil Ketua 1 DPRD Batam pak Aweng Kurniawan harus dimanfaatkan maksimal, silahkan bapak ibu sampaikan keluh kesahnya, permasalahannya, menyampaikan keluh kesah, permasalahan, mudah-mudahan kita mendapatkan solusi terbaik,” imbaunya.

Lurah Patam Lestari, Redo mengingatkan bahwa perumahan Rhabayu Estuario adalah perumahan baru, sehingga masih banyak Pekerjaan Rumah (PR), salah satunya masalah banjir.

“Sepertinya masih banyak PR, utamanya banjir, dan ini harus jadi perhatian khusus karena ini program pak Wali dan Bu Wakil Walikota mengatasi banjir,” ungkapnya.

Ditreskrimum Polda Kepri Ciduk YK, Terkait Dugaan Pengancaman 

Selain masalah legalitas, perwakilan warga juga meminta pengadaan Hadroh, seragam dan sound sistem buat majelis taklim ibu-ibu, kemudian batu miring, pju dan lainnya. (dbs)