BATAM (HK) – Asosiasi Pariwisata Bahari (Aspabri) mendapatkan dua plakat penghargaan bergengsi dari Intelkam Mabes Polri Bidang Ekonomi dan Tourism Johor.
Penghargaan dari Mabes Polri itu langsung diberikan oleh Kompol Askhabul Kahfi kepada ketua Aspabri, Surya Wijaya pada 23 September 2022 di kantor Aspabri yang beralamat di Trikarsa Ekualita Blok 1 No. 2 Batam Centre.
Penghargaan itu sebagai ucapan terimakasih dari Intelkam Bidang Ekonomi Mabes Polri kepada Aspabri sebagai mitra strategis Polri dalam rangka menjaga iklim investasi daerah guna meningkatkan pemulihan ekonomi nasional.
Penghargaan kedua yang diterima Aspabri adalah dari Tourism Johor pada perhelatan event Majestic Johor di Fraser Place, Putri Harbour, Johor pada 17 September 2022, karena dianggap banyak mensupport tentang pariwisata antara Johor dan Kepulauan Riau serta sebagai mitra strategisnya dari Tourism Johor.
“Penghargaan dari Tourism Johor yang kita terima ini karena kita dianggap sebagai mitra strategisnya. Saya selaku ketua Aspabri diundang pada perhelatan event Majestic Johor itu sebagai pembicara mitra strategis Kementerian Pariwisatanya Johor,” kata ketua Aspabri, Surya Wijaya kepada media ini, Jumat (14/10).
Disampaikan Surya, salah satu yang disampaiknnya pada perhelatan event Majestic Johor itu adalah bicara tentang pentingnya berkolaborasi dan saling berpromosi antara dua negara. Pada acara itu Aspabri mewakili pelaku usaha dari Indonesia.
“Memang hubungan baik ini kita jalin tidak sehari dua hari, tapi sudah sejak tahun 2018. Akhirnya setelah pandemi Covid-19 kita dianggap terus aktif dan ikut memberikan kontribusi. Ini bicaranya tidak hanya kita promosi ke luar negeri, tapi para pelaku pariwisata di Johor juga membuat event di Batam beberapa waktu lalu di Nagoya Hill,” ucap Surya.
Disebutkan Surya, sebab pihaknya mendapatkan penghargaan dari Intelkam Mabes Polri Bidang Ekonomi itu karena melihat dari rekam jejak Aspabri sebagai bagian dari kemitraan ekonomi dan sebagai mitra strategis. Mabes Polri juga melihat sepak terjang Aspabri saat pandemi Covid-19 sampai saat ini.
Menariknya lagi, sebagai mitra strategis dari Mabes Polri itu di Indonesia hanya terpilih dua daerah, yakni Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali dan di Kepri yang terpilih adalah Aspabri.
“Ini suatu kebanggaan kita, bahwa ternyata Kepri sorotan dan menjadi fokusnya Mabes Polri dalam investasi ekonomi. Ini juga menjadi tantangan kita kedepannya bagaimana terus membuat terobosan untuk pariwisata di Kepri yang kita cintai ini,” ujar Direktur Utama PT Cakra Bramasta Internasional itu.
Dijelaskannya, selain 2 pengharaan bergengsing ini, sebelumnya Aspabri juga banyak menerima pengharagaan dari berbagai instansi pemerintah daerah dan mitra bisnisnya, diantaranya adalah dari Rumah Sakit Columbia Asia, Kementerian Pariwisata dan Islamic Tourism Johor.
Aspabri sebagai salah satu asosiasi pariwisata sejak pandemi Covid-19 hingga saat ini memang terus membuat berbagaimacam terobosan dan kontribusi, salah satunya Aspabri melakukan promosi pariwisata tidak hanya di Indonesia, tapi juga di luar negeri.
“Aktifitas yang dilakukan Aspabri salah satunya di tengah pandemi kemaren ialah seperti berkampanye dan melakukan promosi pariwisata. Jadi waktu hebohnya Covid-19 dan orang pada semua tidur, kita dari Aspabri malah beramai-ramai melakukan kegiatan kampanye dan mempromosikan bahwa pariwisata kepri bangkit, dan kita mendatangi tempat-tempat destinasi, kita terus mengajak orang ayo berkunjung ke Kepri,” ungkapnya.
Ditambahkannya, hal yang pelu diingat adalah, saat ini pintu masuknya wisman secara langsung itu hanya ada dua, yakni Singapura dan Malaysia. Kalau pemerintah daerah dan stakeholder terkait tidak berbenah, maka ini akan habis.
“Sekarang ini kita tidak bisa lagi melihat statistik masa lalu sebelum Covid-19, sebab sekarang ini orang Singapura lebih banyak memilih Johor, karena banyak variabel yang membuat mereka datang ke Johor. Salah satunya costnya lebih murah dari segala sisi dibandingkan berangkat ke Batam,” imbuhnya.
Kepri juga harus bisa menjual atau mempromosikan Singapur dan Malaysia untuk wisatawan lokal seperti dari Riau, Medan, Jawa, Sumbar, Jambi dan daerah-daerah lainnya, karena itu akan menjadi magnet untuk menarik orang untuk datang ke Batam, sebab Batam sangat dekat dengan Sungapur dan Malaysia.
“Jangan khwatir menjual itu, karena mereka datang dan akan menginap di Batam. Mereka ke Singapura atau Malaysia itu hanya untuk pergi liburan sebentar saja dan menginapnya di Batam, bahkan banyak membeli oleh-oleh di Batam,” pungkasnya. (dam)




