BATAM (HK) – Anggota DPRD Kota Batam Suryanto menilai program “gentengnisasi” kota yang digagas Presiden Prabowo perlu perencanaan matang.
Menurut Suryanto, peningkatan kualitas perumahan menjadi bagian penting dalam upaya mendorong Batam tumbuh sebagai kota global. Ia menilai pembangunan kota tidak hanya dilihat dari infrastruktur besar, tetapi juga dari kualitas tempat tinggal masyarakat.
“Batam yang ingin tumbuh menuju kota global harus dimulai dari kualitas rumah rakyatnya. Karena itu gagasan peningkatan hunian melalui program gentengnisasi merupakan hal yang baik,” ujar Suryanto.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa implementasi kebijakan tersebut perlu mempertimbangkan kondisi geografis Batam sebagai kota kepulauan. Hampir seluruh material konstruksi, kata dia, harus didatangkan melalui jalur laut sehingga faktor biaya distribusi menjadi aspek penting yang harus diperhitungkan.
“Batam adalah kota pulau. Hampir semua material konstruksi masuk melalui jalur laut, sehingga biaya distribusi harus diperhitungkan dengan baik,” katanya.
Suryanto menilai kebijakan gentengnisasi harus dirancang secara matang dari hulu hingga hilir agar pelaksanaannya berjalan efektif. Hal itu mencakup kesiapan material, dukungan regulasi, hingga kesiapan pengembang atau developer dalam pelaksanaan program tersebut.
Ia juga mengingatkan agar niat baik pemerintah dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat tidak terkesan terburu-buru dalam implementasinya.
“Mulai dari kesiapan material, regulasi hingga developer harus dipikirkan secara matang. Jangan sampai niat baik ini terkesan terburu-buru dalam implementasi,” ujarnya.
Suryanto menegaskan DPRD Kota Batam pada prinsipnya mendukung upaya peningkatan kualitas hunian masyarakat. Namun ia berharap kebijakan tersebut dilaksanakan secara bertahap dan tetap berpihak pada kebutuhan masyarakat.
“Prinsipnya kami mendukung peningkatan hunian di Batam, asalkan kebijakannya dilakukan secara bertahap dan berpihak pada masyarakat,” kata Suryanto. (gk)
